KENDARI — CV Techno Creative resmi meluncurkan Smart Tech School, aplikasi manajemen sekolah berbasis web untuk jenjang TK hingga SMK. Begitu siswa melakukan absen datang atau pulang, orang tua langsung menerima pesan WhatsApp lengkap dengan foto. Sekolah dapat mencobanya gratis selama 14 hari melalui smartechschool.site.

Orang tua tenang, guru tak lagi repot merekap

"Anak saya sudah sampai di sekolah atau belum?" Pertanyaan ini akrab bagi banyak orang tua, terutama yang anaknya berangkat sendiri. Di sisi lain, banyak sekolah masih mencatat kehadiran di buku atau lembar kertas, lalu merekapnya secara manual setiap akhir bulan.

Smart Tech School hadir untuk menjawab keduanya. Kehadiran tercatat otomatis saat siswa absen, laporan tersusun sendiri, dan orang tua mendapat kabar tanpa perlu bertanya ke wali kelas.

Iklan
JMSI

Satu aplikasi untuk absensi hingga kegiatan sekolah

Sekolah bebas memilih cara absen yang paling cocok dengan kondisinya:

  • Kode QR yang dipindai lewat webcam atau kamera HP.
  • Kartu NFC yang cukup ditempelkan ke alat pembaca.
  • HP siswa dan guru dengan lokasi GPS, sehingga absen hanya sah di dalam radius sekolah.

Setiap absen datang dan pulang langsung dikirim ke WhatsApp orang tua, lengkap dengan foto. Pesan dikirim dari nomor WhatsApp milik sekolah sendiri, sehingga orang tua mengenali pengirimnya.

Selain absensi, Smart Tech School juga menyediakan:

  • Data siswa, guru, kepala sekolah, dan pengurus OSIS dalam satu tempat.
  • Rekap dan laporan kehadiran yang bisa diunduh ke Excel.
  • E-money untuk transaksi kantin.
  • Polling dan pemilihan ketua OSIS secara digital.
  • Aplikasi HP yang bisa dipasang langsung dari browser, tanpa unduhan dari toko aplikasi.

Dibangun untuk sekolah di daerah

Direktur Utama CV Techno Creative, Yogi Ode, mengatakan Smart Tech School dirancang agar mudah dipakai oleh sekolah mana pun, termasuk yang belum memiliki staf IT.

"Kami ingin teknologi sekolah tidak hanya dinikmati sekolah besar di kota. Cukup dengan HP dan koneksi internet, sekolah sudah bisa mencatat kehadiran secara digital dan mengabari orang tua setiap hari," ujar Yogi Ode.

Menurutnya, kabar kehadiran yang cepat juga membangun kepercayaan antara sekolah dan orang tua. "Orang tua tidak perlu menunggu rapor untuk tahu kedisiplinan anaknya. Sekolah pun punya data yang rapi untuk mengambil keputusan," tambahnya.