DETIKANOA.COM–Sejumlah negara, tak terkecuali Indonesia, kini tengah menghadapi celah keamanan yang mengancam website di seluruh dengan tingkat bahaya yang tinggi. Celah keamanan itu bernama PHP2Shell. Dalam rangka merespons celah keamanan ini, pemerintah Indonesia melalui Badan Siber dan Sandi Negara (BSSN) mengeluarkan peringatan pada pengelola website agar segera bertindak mengambil langkah pengamanan guna mengurangi risiko serangan siber.

Lantas, sebenarnya apa itu PHP2Shell? Kenapa berbahaya? Kapan ditemukan dan bagaimana dampaknya? Untuk lebih lengkapnya, berikut KompasTekno rangkumkan fakta-fakta celah PHP2Shell yang bikin geger dunia belakangan.


Iklan
Iklan Smartech school
JMSI

Fakta-fakta celah keamanan PHP2Shell 

1. Celah keamanan dari program PHP 

PHP2Shell merupakan celah keamanan yang ditemukan di PHP, bahasa pemrograman sisi server (server-side) yang digunakan untuk membangun dan menjalankan situs web dinamis.

Teknologi ini juga menjadi fondasi sejumlah sistem pengelolaan konten populer, seperti WordPress, Drupal, Joomla, dan MediaWiki yang digunakan Wikipedia.

2. Dua jenis celah PHP2Shell dengan tingkat keparahan tinggi PHP2Shell mencakup dua kerentanan yang teridentifikasi sebagai CVE-2026-109618 dan CVE-2026-109619. Keduanya memiliki tingkat keparahan tinggi, yakni 9,2 dari skala 10. 

3. Terdeteksi sejak Agustus 2026 Para peneliti di perusahaan keamanan Calif, yang bekerja sama dengan OpenAI, melaporkan celah pertama pada PHP pada tanggal 11 Agustus. Kemudian, Wiz, perusahaan keamanan milik Google, menemukan celah-celah tersebut secara terpisah dan melaporkan celah kedua pada tanggal 24 Agustus 

4. Celah keamanan ditemukan dengan bantuan AI Celah pada PHP yang memicu PHP2Shell sebenarnya sudah ada selama lebih dari satu dekade. Namun, menurut Wiz Research, celah tersebut sulit dieksploitasi karena membutuhkan teknik yang rumit. Mulai dari menggabungkan sejumlah kelemahan hingga menyesuaikan dengan kondisi memori server. Berkat bantuan teknologi kecerdasan buatan (AI), proses penemuan celah itu bisa dipercepat.

Dalam risetnya, Wiz menggunakan agen keamanan Wiz Atlas, Google Gemini 4 Argon, dan OpenAI GPT-5.6 Sol. Sementara itu, Calif juga menggunakan model GPT-5.6 Sol buat menemukan celah. Wiz menyebut, bantuan AI memungkinkan tim riset menyesuaikan metode eksploitasi untuk berbagai aplikasi hanya dalam hitungan jam. Perusahaan bahkan menyebut satu peneliti bisa menyelesaikan pekerjaan hanya dalam kurun waktu satu minggu. Padahal sebelumnya butuh waktu berbulan-bulan. 

5. Dampak PHP2Shell Dampak PHP2Shell bisa lebih serius daripada sekadar website tidak dapat diakses. Celah ini bisa dimanfaatkan peretas untuk mencuri data dan mengubah isi situs.

Lewat celah tersebut, peretas juga bisa memasang akses tersembunyi yang memungkinkan mereka kembali masuk ke server meskipun celah keamanan sudah ditambal.

6. Berpotensi ancam 70 persen website dunia Dampak PHP2Shell itu berpotensi menimbulkan ancaman keamanan siber global. Sebab, berdasarkan data W3Techs, PHP digunakan oleh sekitar 70 persen situs web yang teknologi pemrograman sisi servernya dapat diidentifikasi. 

7. Picu tindakan darurat di sejumlah negara Celah keamanan PHP2Shell yang menimbulkan dampak berbahaya memaksa sejumlah negara mengeluarkan tindakan darurat. Selain Indonesia, Jepang juga ikut merespons celah keamanan tersebut. Perdana Menteri Jepang Sanae Takaichi mendesak berbagai organisasi di Jepang untuk mengecek apakah situs web publik mereka menggunakan PHP, bahasa pemrograman yang menjalankan situs web. Kemudian, Reuters melaporkan bahwa beberapa situs dan layanan publik di Belanda, Denmark, Finlandia, dan Perancis sempat dinonaktifkan atau ditempatkan dalam pemeliharaan preventif untuk merespons celah keaman PHP2Shell. 

8. Pembaruan keamanan sudah dirilis Untuk mengatasi ancaman PHP2Shell, tim pengembang PHP telah pembaruan keamanan pada Rabu (21/10/2026). Pembaruan tersebut tersedia dalam empat versi, yakni PHP 8.5.12, PHP 8.4.27, PHP 8.3.36, dan PHP 8.2.35. Pengguna dan pengelola website diimbau untuk segera memperbarui PHP ke versi yang sesuai.

Adapun selain berkoordinasi dengan pengembang PHP, Wiz Research juga bekerja sama dengan sejumlah perusahaan teknologi, termasuk Cloudflare, Google Cloud, Microsoft, Akamai, dan AWS.