DETIKANOA.COM, KENDARI – Kabut asap yang menyelimuti Kota Kendari dan sekitarnya dalam sepekan terakhir membuat warga perlu lebih jeli memantau kondisi udara sebelum beraktivitas di luar rumah. Untuk membantu warga, Detikanoa.com kini menyediakan informasi cuaca dan kualitas udara Kota Kendari yang bisa diakses gratis melalui website maupun aplikasi Android Detikanoa.
Asap Kiriman dan Titik Panas Lokal
Menurut Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), kabut asap di Sultra berasal dari dua sumber. Pertama, asap kiriman dari luar Sulawesi yang terbawa angin dari arah timur hingga tenggara. Kedua, kebakaran lahan di wilayah Sultra sendiri.

“Per 8 Oktober 2026, sebaran asap terpantau di wilayah Kota Kendari dan sekitarnya,” kata Koordinator Observasi dan Informasi Stasiun Meteorologi Maritim Kendari, Faizal Habibie, seperti dikutip Radar Kendari.
Faizal menjelaskan, asap tersebut tidak hanya berasal dari kebakaran lahan di Sultra. Sebagian merupakan kiriman dari Papua Selatan, Maluku, dan Kalimantan.
Dari dalam Sultra, satelit VIIRS dan MODIS mendeteksi 1.644 titik panas sepanjang 7–12 Oktober 2026, atau rata-rata sekitar 274 titik per hari. Titik panas terbanyak ada di:
- Kabupaten Konawe: 379 titik,
- Kabupaten Buton: 267 titik,
- Kabupaten Bombana: 202 titik.
BMKG mengingatkan bahwa titik panas merupakan indikator awal dan tidak selalu berarti ada kebakaran di setiap lokasi.
Akibat kabut asap, jarak pandang sempat turun hingga sekitar 1 kilometer di sejumlah titik di Kendari pada pagi hari. Kualitas udara di sebagian besar wilayah Sultra berada pada kategori sedang hingga tidak sehat.
BMKG memperkirakan kondisi ini masih bisa berlangsung hingga 17 Oktober 2026. Kota Kendari diperkirakan kembali terdampak pada 16 Oktober, dan hampir seluruh Sultra pada 17 Oktober.
Dinkes: Waspadai Gejala Pernapasan
Dinas Kesehatan Kota Kendari mengimbau warga mewaspadai gejala gangguan pernapasan, seperti:
- mata perih dan memerah,
- batuk berkepanjangan,
- sesak napas.
“Apabila terpaksa harus beraktivitas di luar, kami sarankan untuk tetap menggunakan masker,” kata Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Dinkes Kota Kendari, Ellfi.
Cek Udara Sebelum Keluar Rumah, Cukup Lewat Detikanoa
Di tengah situasi ini, warga bisa memantau kondisi udara Kendari secara praktis di Detikanoa. Informasi yang tersedia:
- Indeks kualitas udara dengan lima kategori berwarna: Baik, Cukup, Sedang, Buruk, dan Sangat Buruk.
- Kadar partikel halus PM2.5 dan PM10, partikel utama dalam asap kebakaran yang berbahaya bagi saluran pernapasan.
- Saran kesehatan otomatis sesuai kategori udara, misalnya kapan kelompok rentan perlu membatasi aktivitas di luar dan kapan perlu memakai masker.
- Suhu, kelembapan, angin, dan prakiraan per tiga jam dalam Waktu Indonesia Tengah (WITA).
Informasi ini bisa dilihat di:
- Halaman detikanoa.com/cuaca, yang menampilkan kondisi terkini, prakiraan 5 hari, dan rincian polutan udara;
- Topbar dan sidebar website Detikanoa, yang menampilkan suhu dan titik warna kualitas udara di setiap halaman;
- Beranda aplikasi Android Detikanoa. Ketuk kartu cuaca untuk melihat prakiraan per jam dan saran kesehatan.
“Kabut asap ini dirasakan langsung oleh warga Kendari setiap hari. Kami ingin warga cukup membuka Detikanoa untuk tahu kondisi udara saat itu, sehingga bisa memutuskan apakah aman keluar rumah, perlu masker, atau sebaiknya anak-anak bermain di dalam rumah dulu,” kata Yogi Ode, pengembang aplikasi Detikanoa.
Data cuaca dan kualitas udara di Detikanoa bersumber dari OpenWeather dan diperbarui setiap 15 menit. Untuk informasi resmi, warga tetap diimbau mengikuti peringatan dan pembaruan dari BMKG serta Dinas Kesehatan setempat.
Tips Menghadapi Kabut Asap
- Cek kualitas udara di Detikanoa sebelum beraktivitas di luar ruangan.
- Gunakan masker saat di luar, terutama saat udara berkategori Buruk atau Sangat Buruk.
- Tutup jendela dan ventilasi saat asap tebal.
- Perbanyak minum air putih.
- Anak-anak, lansia, ibu hamil, dan penderita gangguan pernapasan sebaiknya membatasi aktivitas di luar ruangan.
- Pengendara darat dan laut sebaiknya mengurangi kecepatan dan menyalakan lampu saat jarak pandang terbatas.
- Segera periksakan diri ke puskesmas atau dokter bila mengalami sesak napas atau batuk yang tak kunjung reda.
Aplikasi Detikanoa dapat diunduh gratis di detikanoa.com/aplikasi. Pengguna aplikasi juga menerima notifikasi berita terbaru, termasuk informasi perkembangan kabut asap, langsung di ponsel. (*)




Komentar (0)