DETIKANOA.COM–Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ditutup anjlok pada perdagangan Senin (19/10/2026). Indeks berakhir ke level 4.997, atau anjlok 188 poin setara 3,64 persen dibandingkan penutupan perdagangan sebelumnya. Tekanan terhadap pasar saham domestik diikuti aksi jual bersih (net sell) investor asing. Berdasarkan data Bursa Efek Indonesia (BEI) investor asing melakukan aksi net sell senilai Rp 2,281 triliun. Sejumlah saham di sektor perbankan menjadi sasaran jual investor asing. Saham PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk (BBRI) mencapai Rp 1,081 triliun.

Lalu, saham PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) Rp 987 miliar. Saham PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk (TLKM) juga mencatatkan aksi jual bersih investor asing Rp 367 miliar.

Saham PT Bank Mandiri (Persero) Tbk (BMRI) Rp 113 miliar, disusul saham PT Adaro Andalan Indonesia Tbk (AADI) Rp 74 miliar. Meski terjadi aksi jual, beberapa saham justru mencatatkan net buy atau beli bersih asing. Saham PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk (BBNI) menjadi yang paling banyak dibeli investor asing dengan nilai Rp 96 miliar. Berikutnya, saham PT Indofood Sukses Makmur Tbk (INDF) Rp 72 miliar, saham PT Map Aktif Adiperkasa Tbk (MAPA) sebesar Rp 50 miliar.

Iklan
Iklan Smartech school
JMSI

Investor asing juga membukukan net buy pada saham PT United Tractors Tbk (UNTR) dan PT Merdeka Gold Resources Tbk (EMAS), masing-masing Rp 34 miliar. Sebagai informasi, IHSG ditutup melemah tajam pada perdagangan Senin sore, setelah indeks dibuka pada area 4.961,87. Indeks sempat menyentuh level tertinggi 5.012,86, kemudian tertekan ke posisi terendah 4.907,37.

Pelemahan IHSG terjadi lantaran mayoritas saham bergerak di zona merah. Ada 656 saham ditutup melemah, 100 saham menguat dan 43 saham lainnya stagnan. Aktivitas perdagangan saham di BEI cukup ramai. Volume transaksi 34,085 miliar saham dengan nilai transaksi Rp 25,151 triliun. Adapun frekuensi transaksi sebanyak 1.621.799 kali. Sementara, kapitalisasi pasar saham di Bursa Efek Indonesia turun menjadi Rp 8.863,326 triliun.