DETIKANOA.COM- Komisi II Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Kendari mengharapkan bank data yang diinisiasi pemerintah Kecamatan Puuwatu, Kota Kendari menjadi pilot project untuk merangkum data kependudukan di Kota Kendari.

Bank data merupakan suatu wadah untuk merangkum semua data kependudukan di kelurahan setempat.

Seperti halnya data tingkat ekonomi, laki-laki, perempuan, usia pelajar, data usulan bantuan sosial (Bansos), dan lainnya.

Iklan
JMSI

Wakil Ketua Komisi II DPRD Kota Kendari, Sahabuddin mengatakan bahwa pihaknya ingin agar bank data di Kecamatan Puuwatu itu bisa dilakukan di setiap kecamatan di Kota Kendari agar data kependudukan bisa secara valid dan digitalisasi terprogres dalam bank data tersebut.

Apalagi, jika kedepan bank data tersebut dapat dikembangkan mencakup tingkat layak hidup masyarakat secara lebih detail lagi, maka hal itu akan semakin baik.

Misalnya, tempat tinggal yang masuk kategori permanen, semi permanen, masyarakat sederhana dan lainnya.

"Nah ini yang kita butuhkan, data seperti itu," ungkap Sahabuddin, Senin (16/1/2023).

Terlebih kata dia, sejak beberapa tahun terakhir ini Partai Golkar gencar memprogramkan bantuan perumahan untuk masyarakat dibawah taraf ekonomi rendah.

Sehingga dengan adanya itu DPRD tidak kesulitan dalam mencari informasi terkait masyarakat yang membutuhkan bantuan perumahan.

Bahkan, jika hal tersebut bisa diakomodir dan menjadi sebuah pilot project kedepan, pihaknya menginginkan di bank data tersebut tidak hanya berbicara masalah statistik kependudukan. Melainkan juga terdapat program terkait infrastruktur yang ada di kelurahan.

Agar terdapat gambaran data yang dapat diperoleh DPRD saat menganggarkan suatu pekerjaan atau kegiatan di kelurahan, sehingga tidak terjadi tumpang tindih.

"Misalnya berapa lorong di kelurahan A, berapa yang dikerjakan melalui APBD, APBN?, jalan dan lainnya. Dan berapa progres pekerjaan yang belum dilaksanakan," beber politisi Golkar ini.

Sementara itu, Sekretaris Camat Puuwatu, Hery mengatakan tujuan diinisiasi nya bank data agar di kelurahan tersebut mempunyai data yang akurat setiap harinya.

Sebab katanya, data tersebut bergerak setiap hari, sehingga sinkronisasi data RT dan kelurahan bisa sama.

Bahkan ia mengaku, sejak diinisiasi olehnya pada 2019 lalu, bank data tersebut telah diterapkan 6 kelurahan di Kecamatan Puuwatu.

"Begitu juga orang yang datang meminta data, agar OPD yang membutuhkan data mereka cepat memperoleh itu. Kemudian juga soal batas wilayah masing-masing RT, karena biasa terjadi konflik juga," jelasnya.

Menurut nya jika data tersebut lengkap maka semua program yang akan dilakukan bakal berhasil.

"Pada dasarnya kita harus punya data. Kita mulai dari data dasar dulu, mudah-mudahan ini bisa menjadi contoh untuk kelurahan-kelurahan lain," harapnya.

Reporter : Is
Editor : Reyhan