DETIKANOA.COM, KENDARI – Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Kendari, Sulawesi Tenggara, mencatat kenaikan kasus Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA) di tengah kabut asap yang menyelimuti wilayah tersebut dalam beberapa pekan terakhir. Meskipun ada peningkatan, Dinkes Kendari menilai kenaikan ini belum mencapai angka yang signifikan.

Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Dinkes Kota Kendari, Ellfi, menjelaskan bahwa pada minggu ke-40 tahun 2026, total kasus ISPA mencapai 901. Angka ini menunjukkan peningkatan dibandingkan minggu sebelumnya, yakni minggu ke-39, yang mencatat 826 kasus ISPA.

“Kalau kenaikan ada, tetapi tidak signifikan. Kalau minggu ke-39 kemarin jumlah kasus ISPA yang kita catat sebanyak 826 kasus. Nah, di minggu ini atau minggu ke-40 kita mencatat sebanyak 901 kasus,” ujar Ellfi kepada media pada Rabu (14/10/2026).

Iklan
JMSI

Ellfi menambahkan bahwa fluktuasi kasus ISPA, baik peningkatan maupun penurunan, telah terjadi secara bergantian dalam beberapa minggu terakhir. Berdasarkan data Dinkes Kendari, lonjakan kasus yang signifikan belum terpantau.

“Kalau kita melihat data minggu-minggu sebelumnya, kenaikan ini tidak terjadi secara signifikan. Kadang menurun, kadang meningkat, tetapi tidak sampai lonjakannya melebihi 50 persen atau 100 persen,” jelasnya.

Secara kumulatif, Dinkes Kendari mencatat sebanyak 25.581 kasus ISPA hingga minggu ke-40 tahun 2026. Ellfi menekankan bahwa angka tersebut merupakan jumlah kasus yang tercatat, bukan jumlah individu yang terjangkit ISPA. Artinya, satu orang bisa saja tercatat sebagai beberapa kasus jika mengalami ISPA lebih dari satu kali dalam periode waktu yang berbeda.

ISPA dapat menyerang semua kelompok umur, namun Ellfi menyoroti balita sebagai kelompok yang paling rentan dan memerlukan perhatian khusus, terutama jika mereka mengalami ISPA dengan kategori pneumonia.

“Kalau yang terpapar ini semua umur. Tetapi yang paling kita khawatirkan kalau terkena pada anak-anak usia balita, apalagi kalau ISPA yang didapatkan itu kategori pneumonia,” ungkap Ellfi.

Meski demikian, Ellfi memastikan bahwa seluruh kasus ISPA yang ditangani di fasilitas pelayanan kesehatan Kota Kendari, baik puskesmas maupun rumah sakit, telah mendapatkan penanganan yang memadai. Pasien yang tercatat dalam laporan tersebut telah menjalani perawatan dan diharapkan dapat pulih sepenuhnya.