DETIKANOA.COM, KENDARI – Kota Kendari kembali diselimuti kabut asap, mendorong Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Kendari untuk mengeluarkan imbauan serius kepada masyarakat. Warga diimbau untuk meningkatkan kewaspadaan dan segera mencari pertolongan medis jika mengalami gangguan pernapasan atau iritasi yang berkaitan dengan kondisi udara. Imbauan ini disampaikan oleh Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Dinkes Kota Kendari, Ellfi, yang menekankan pentingnya respons cepat demi kesehatan publik.

Menurut Ellfi, ada beberapa gejala spesifik yang harus diwaspadai sebagai indikasi dampak kabut asap. Gejala tersebut meliputi mata yang terasa perih dan tampak memerah, batuk yang tidak kunjung reda atau berkepanjangan, hingga kondisi sesak napas yang seringkali disertai bunyi saat bernapas. “Gejala-gejala ini merupakan sinyal tubuh bahwa ada paparan yang mengganggu sistem pernapasan dan harus segera ditanggapi serius,” ujarnya.

Ellfi menegaskan bahwa masyarakat perlu meningkatkan kewaspadaan tanpa harus panik berlebihan. Langkah pencegahan utama adalah mengurangi durasi aktivitas di luar ruangan. “Apabila terpaksa harus beraktivitas di luar, kami sarankan untuk tetap menggunakan masker,” kata Ellfi kepada [perlu verifikasi: media sumber, misal Detikanoa.com] pada Rabu. Penggunaan masker disebutnya dapat memberikan lapisan perlindungan penting terhadap partikel berbahaya yang terkandung dalam kabut asap.

Iklan
JMSI

Selain perlindungan fisik, menjaga daya tahan tubuh menjadi krusial. Ellfi meminta masyarakat menerapkan pola hidup sehat secara konsisten. Ini mencakup memastikan asupan air minum yang cukup, mengonsumsi makanan bergizi seimbang untuk memperkuat imunitas, mengelola stres dengan baik, serta mendapatkan istirahat yang memadai. Pola hidup sehat akan membantu tubuh lebih tangguh terhadap dampak lingkungan.

Masyarakat diingatkan untuk tidak menunda kunjungan ke fasilitas kesehatan jika gejala memburuk. “Kalau sudah ada indikasi dampak kesehatan karena kabut asap, seperti mata perih bahkan sampai merah, batuk yang tidak kunjung sembuh, apalagi sampai mengakibatkan sesak napap, kami sarankan untuk tidak berdiam diri di rumah,” jelas Ellfi. Ia menekankan bahwa penanganan dini dapat mencegah komplikasi lebih lanjut yang berpotensi membahayakan.

Berbagai fasilitas pelayanan kesehatan siap menerima keluhan masyarakat. Ellfi menyebutkan bahwa warga dapat memeriksakan diri ke puskesmas terdekat, klinik, atau dokter praktik. “Dinkes Kota Kendari sendiri siap memberikan pelayanan terhadap keluhan kesehatan yang berkaitan dengan kondisi kabut asap,” tambahnya. Ini menunjukkan komitmen pemerintah kota dalam menjaga kesehatan warganya di tengah kondisi kabut asap.

Masyarakat diminta untuk tidak mengabaikan gejala sekecil apa pun yang muncul. Kewaspadaan dan tindakan cepat adalah kunci untuk melindungi diri dari dampak buruk kabut asap. Segera cari pertolongan medis apabila kondisi kesehatan mulai terganggu demi memastikan penanganan yang tepat dan cepat.