DETIKANOA.COM-Konkep - Dugaan praktik penangkapan ikan menggunakan bahan peledak (bom ikan) kembali terjadi di perairan Desa Noko, Kecamatan Wawonii Timur Laut, Kabupaten Konawe Kepulauan, pada Rabu (10/6/2026). Kejadian tersebut berlangsung di kawasan yang termasuk wilayah konservasi dan selama ini dijaga oleh Kelompok Pengelolaan Akses Area Perikanan (PAAP) Wawonii bersama masyarakat setempat.
Peristiwa ini pertama kali diketahui oleh Abrar, Koordinator PAAP Kecamatan Wawonii Timur Laut. Saat berada di sekitar wilayah pesisir, Abrar mengaku mendengar suara ledakan keras yang diduga berasal dari aktivitas pengeboman ikan di laut.
“Mendengar suara ledakan, saya langsung bergegas menuju lokasi menggunakan sampan. Saya mendayung ke arah sumber suara untuk memastikan apa yang terjadi,†ujar Abrar.
Setibanya di lokasi, Abrar mendapati indikasi kuat telah terjadi pengeboman ikan. Ia kemudian mendokumentasikan kondisi di lapangan menggunakan kamera telepon genggam miliknya sebagai bahan laporan dan bukti awal. Setelah itu, temuan tersebut segera dilaporkan kepada Kelompok PAAP Wawonii untuk ditindaklanjuti ke APH.
Menurut Abrar, dampak dari aktivitas tersebut terlihat jelas dengan banyaknya ikan-ikan kecil yang ditemukan mati di sekitar lokasi kejadian.
“Banyak ikan-ikan kecil yang mati akibat ledakan tersebut. Ini tentu sangat merugikan ekosistem laut, apalagi lokasi ini merupakan wilayah konservasi yang selama ini kami jaga bersama masyarakat,†katanya.
Abrar juga mengungkapkan dugaan sementara terkait pelaku yang melakukan aksi tersebut. Berdasarkan ciri-ciri kapal yang terlihat dan yang pernah ditemuinya sebelumnya, ia menduga pelaku kemungkinan berasal dari wilayah Langara Bajo. Namun demikian, dugaan tersebut masih memerlukan penyelidikan lebih lanjut oleh pihak berwenang.
Ia menambahkan bahwa kejadian serupa bukanlah yang pertama kali terjadi di kawasan tersebut. Menurutnya, praktik pengeboman ikan telah berulang kali terjadi dan telah beberapa kali dilaporkan kepada aparat penegak hukum.
“Ini sudah terjadi berulang kali. Kami dari PAAP sudah beberapa kali melaporkan adanya dugaan pengeboman ikan, tetapi sampai saat ini belum ada tindakan yang memberikan efek jera kepada pelaku. Padahal kerusakan yang ditimbulkan sangat besar terhadap terumbu karang dan sumber daya perikanan,†ujarnya.
Kelompok PAAP Wawonii berharap aparat penegak hukum, instansi kelautan dan perikanan, serta pihak terkait lainnya dapat segera melakukan investigasi dan penindakan terhadap pelaku pengeboman ikan. Selain melanggar peraturan perundang-undangan yang berlaku, praktik tersebut juga mengancam keberlanjutan sumber daya laut dan mata pencaharian masyarakat pesisir yang bergantung pada hasil laut secara berkelanjutan.
Masyarakat dan kelompok pengawas berbasis masyarakat juga mengajak seluruh pihak untuk bersama-sama menjaga wilayah konservasi dari berbagai bentuk aktivitas penangkapan ikan yang merusak, demi keberlangsungan ekosistem laut dan kesejahteraan generasi mendatang.
Komentar (0)
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar!
Tinggalkan Komentar