Minggu, 13 September 2026
|
WIB
Advertisement

Pemasangan Tapal Batas Zona Inti PAAP Wawonii Diwarnai Video yang Dinilai Menghina Aktivitas Kelompok

DETIKANOA.COM — Kelompok Pengelolaan Akses Area Perikanan (PAAP) Wawonii melaksanakan persiapan kegiatan pemasangan tapal batas Zona Inti pada wilayah konservasi Kawasan Konservasi Daerah (KKD) Pulau Wawonii, Sabtu (12/9/2026).

Persiapan kegiatan berlangsung sejak pukul 07.00 WITA di Pelabuhan Rakyat. Sejumlah anggota PAAP Wawonii terlihat memuat sejumlah pemberat yang terbuat dari semen berbentuk persegi. Pemberat tersebut dipersiapkan untuk digunakan dalam pemasangan tapal batas Zona Inti wilayah konservasi KKD Pulau Wawonii.

Kegiatan pemasangan tapal batas tersebut direncanakan melibatkan berbagai pemangku kepentingan, di antaranya Polres Konawe Kepulauan, Polairud Konawe Kepulauan, Ketua Lembaga Adat Wawonii (LAW), TNI AL, Dinas Perikanan Kabupaten Konawe Kepulauan, Pemerintah Kecamatan Wawonii Barat, serta Polsek Wawonii Barat.

Namun, di tengah persiapan tersebut, beredar sebuah video yang merekam aktivitas anggota PAAP Wawonii ketika sedang memuat pemberat tapal batas. 

Dalam video tersebut, terdengar suara yang diduga milik salah seorang pejabat Pemerintah Kabupaten Konawe Kepulauan yakni Kepala Dinas Kesehatan.

Pada video rekaman ini terdengar ucapan yang dinilai oleh anggota PAAP Wawonii sebagai bentuk penghinaan dan pelecehan terhadap kegiatan yang sedang mereka laksanakan. Ucapan yang terdengar dalam video tersebut antara lain, “Cerita mati, pagi-pagi kasih turun biji kolot,” disertai tawa saat merekam aktivitas anggota PAAP.

Ucapan tersebut kemudian menimbulkan keberatan dari pihak PAAP Wawonii. Kelompok tersebut menilai aktivitas yang dilakukan pada pagi hari itu merupakan bagian dari upaya menjaga wilayah perairan dan mendukung pengelolaan kawasan konservasi di Pulau Wawonii.

Rekaman Video ini kemudian mendapat respons dari salah satu aparat penegak hukum (APH) yang selama ini menjadi mitra PAAP Wawonii dalam kegiatan pengawasan perikanan berbasis masyarakat, yakni Danpos Polairud Kabupaten Konawe Kepulauan.

Dalam balasan terhadap video tersebut, Danpos Polairud mempertanyakan ucapan yang disampaikan dalam rekaman tersebut.

“Cerita mati apa, Pak Kadis? Lebih baik berbuat daripada teriak-teriak saja dong.”

Pernyataan tersebut menjadi bentuk dukungan terhadap aktivitas nyata yang dilakukan PAAP Wawonii di lapangan. Selama ini, PAAP Wawonii memang menjalankan kegiatan pengawasan perikanan berbasis masyarakat dengan membangun kemitraan bersama aparat penegak hukum, termasuk Polairud dan TNI AL.

Kemitraan tersebut dilakukan dalam rangka mendukung pengawasan wilayah perairan serta mendorong kesadaran masyarakat untuk menjaga sumber daya kelautan dan perikanan.

Diwaktu yang sama Ketua PAAP Wawonii menyampaikan kekecewaannya terhadap video yang beredar tersebut.

Menurutnya, sangat disayangkan seorang pejabat daerah justru mengeluarkan kalimat yang dinilai tidak bermutu terhadap masyarakat yang sedang melakukan kegiatan di lapangan.

“Sangat disesalkan kalimat-kalimat yang dilontarkan oleh seorang pejabat daerah dengan kalimat yang tidak bermutu seperti ini. Seolah-olah kami sebagai kelompok sedang bermain proyek dan mengambil untung banyak,” ungkap Ketua PAAP Wawonii.

Ia menegaskan bahwa aktivitas PAAP Wawonii selama ini dilakukan dalam rangka mendukung upaya konservasi dan pengelolaan sumber daya perikanan di wilayah Pulau Wawonii.

Ia juga membantah apabila kegiatan PAAP Wawonii dianggap sebagai kegiatan yang menggunakan atau mencari keuntungan dari anggaran Pemerintah Daerah.

Menurutnya, PAAP Wawonii bekerja sama dengan Pemerintah Amerika Serikat dan Indonesia melalui program TFCCA (Tropical Forest and Coral Reef Conservation Act) yang memberikan dukungan pendanaan terhadap kegiatan kelompok.

“Padahal, selama ini kami bekerja sama dengan Pemerintah Amerika Serikat dan Indonesia dalam program TFCCA, di mana dalam program tersebut mendanai kegiatan kami dan tentunya tidak menggunakan dana daerah,” tegasnya.

Ketua PAAP Wawonii menjelaskan bahwa dukungan pendanaan tersebut digunakan untuk mendukung pelaksanaan program dan kegiatan yang berkaitan dengan pengelolaan serta perlindungan sumber daya perikanan dan kawasan konservasi.

Selama ini, PAAP Wawonii diketahui menjalankan berbagai kegiatan yang berkaitan dengan pengelolaan sumber daya perikanan berbasis masyarakat. Salah satunya adalah melakukan sosialisasi kepada masyarakat, termasuk memberikan edukasi kepada para pelaku kegiatan penangkapan ikan yang berpotensi melanggar ketentuan atau melakukan praktik illegal fishing.

Upaya penyadaran tersebut dilakukan melalui berbagai pendekatan, termasuk sosialisasi secara langsung serta kegiatan edukatif dalam bentuk permainan atau games yang disertai hadiah. Pendekatan tersebut dimaksudkan agar pesan mengenai pentingnya menjaga sumber daya laut dapat diterima masyarakat dengan cara yang lebih komunikatif.

Selain kegiatan sosialisasi, PAAP Wawonii juga aktif melaksanakan Pengawasan Perikanan Berbasis Masyarakat. Dalam pelaksanaannya, kelompok tersebut membangun kemitraan dengan aparat penegak hukum, termasuk Polairud dan TNI AL, dalam mendukung pengawasan wilayah perairan.

Bagi PAAP Wawonii, pemasangan tapal batas Zona Inti bukan sekadar kegiatan teknis, tetapi merupakan bagian dari upaya memberikan tanda dan memperjelas kawasan yang harus dijaga bersama. Kegiatan tersebut juga diharapkan dapat meningkatkan pemahaman masyarakat mengenai pentingnya perlindungan sumber daya laut dan kawasan konservasi.

Atas beredarnya video tersebut, PAAP Wawonii menyampaikan tuntutan agar pihak yang bersangkutan memberikan permintaan maaf secara terbuka atas ucapan yang dinilai merendahkan kegiatan kelompok.

PAAP Wawonii meminta agar permintaan maaf tersebut disampaikan dalam bentuk video, sehingga dapat menjadi bentuk klarifikasi dan pertanggungjawaban atas pernyataan yang telah beredar dalam rekaman.

Kelompok PAAP Wawonii menegaskan bahwa kegiatan mereka merupakan bagian dari upaya bersama dalam menjaga keberlanjutan sumber daya perikanan dan kawasan konservasi Pulau Wawonii. Mereka berharap seluruh pihak, khususnya para pemangku kepentingan, dapat memberikan dukungan terhadap kegiatan pengawasan dan perlindungan laut yang melibatkan masyarakat.

LUKMAN NUL HAKIM

LUKMAN NUL HAKIM

LUKMAN NUL HAKIMLUKMAN NUL HAKIMLUKMAN NUL HAKIM

Komentar (0)

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar!

Tinggalkan Komentar

Bagikan:

PT. MEDIA ANOA RAYA INDONESIA
Alamat : BTN MULTI GRAHA BLOK M No 10. Kelurahan Rahandouna, Kecamatan Poasia, Kota Kendari Provinsi Sultra. Phone +082347480752/081342212061 E-Mail: detikanoa@gmail.com