La Yuli Harapkan Uji Kompetensi Pemkot Kendari Dapatkan Pejabat Berkualitas

Anggota Komisi I DPRD Kota Kendari, La Yuli, S.Pd., M.Pd.

DETIKANOA.COM-KENDARI-Uji kompetensi yang dilakukan Pemerintah Kota (Pemkot) Kendari kepada pejabat pimpinan tinggi pratama diharapkan dapat menghasilkan pejabat yang berkualitas.

Ketua Komisi I DPRD Kota Kendari, La Ode Lawama berharap uji kompetensi yang dilakukan tersebut dapat menghasilkan pejabat yang berkualitas dan kompeten dengan jabatan yang didudukinya. 

"Harapan kita betul-betul yang diuji itu memiliki standar kualitas dalam tugasnya masing-masing," kata Politisi PDIP ini di Gedung DPRD Kota Kendari pada Senin (22/7/2023). 

Hal senada disampaikan Anggota Komisi I DPRD Kota Kendari, La Yuli. Menurutnya, uji kompetensi tersebut merupakan sesuatu yang wajar dilakukan seorang kepala daerah. 

"Saya pikir ini normatif dalam setiap periode kepemimpinan seorang kepala daerah. Dia akan melihat (ko

mpetensi) dari semua bawahannya, baik itu eselon 4, 3 ataupun 2," kata Politisi PKS ini di Gedung DPRD Kota Kendari pada Senin (22/7/2023). 

La Yuli juga berharap tes ini berjalan dengan baik sesuai norma dan acuan yang ada serta menghasilkan pejabat yang berkualitas.

Sebelumnya, sebanyak 22 Pejabat Pimpinan Tinggi Pratama lingkup Pemerintah Kota (Pemkot) Kendari mengikuti uji kompetensi di Ruang Samaturu Balai Kota Kendari pada Selasa (9/6/2023).

Uji kompetensi yang dibuka langsung Penjabat (Pj) Wali Kota Kendari, Asmawa Tosepu tersebut bertujuan memetakan pelaksanaan tugas yang telah dilakukan Pejabat Pimpinan Tinggi Pratama. 

Selain itu, Asmawa Tosepu juga ingin menggali dan mengetahui inovasi para pejabat dalam rangka membangun Kota Kendari.

“Hari ini momentum ulang tahun kota yang ke-192, harus ada gagasan dari aparatnya terutama pejabat di lingkungan pemerintah Kota Kendari dalam rangka mewujudkan Kota Kendari yang maju, sejahtera dan pelayanan publiknya berkeadilan tidak ada diskriminatif,” kata Asmawa.

Para pejabat yang mengikuti ujian meliputi kompetensi teknis mengenai tugas-tugas, manajerial kepemimpinan, dan kompetensi sosial kultural. 

“Tes kompetensi ini pembuktian bagi pejabat tersebut bahwa pejabat-pejabat tersebut memang pantas dan layak untuk menduduki jabatan, baik itu kepala dinas, kepala badan, asisten ataupun staf ahli,” jelas Asmawa.

Advertorial

Share Berita

Komentari Berita


BERITA LAINNYA

BACA JUGA