DETIKANOA.COM–Meta, perusahaan induk Instagram dan Facebook, meminta maaf setelah memblokir sementara akun Instagram milik kelompok demonstran anti-Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump, bernama No Kings Coalition. Pemblokiran tersebut terjadi pada Sabtu (17/10/2026) lalu, bertepatan dengan aksi demonstrasi besar-besaran bertajuk "No Kings" yang digelar di ribuan lokasi di Amerika Serikat. Aksi tersebut merupakan gelombang ketiga demonstrasi No Kings yang menentang berbagai kebijakan pemerintahan Trump, termasuk deportasi imigran secara agresif, perang di Iran, dan sejumlah kebijakan lainnya.

Namun, di tengah berlangsungnya demonstrasi, akun Instagram yang digunakan penyelenggara untuk berkomunikasi dan mengoordinasikan kegiatan tiba-tiba tidak bisa diakses.

Akun tersebut dilaporkan tidak tersedia selama lebih dari satu jam. Meski kemudian kembali muncul, pengelola akun masih membutuhkan waktu lebih lama untuk mendapatkan kembali akses penuh.

Iklan
Iklan Smartech school
JMSI

Meta mengakui bahwa pemblokiran tersebut merupakan kesalahan sistem keamanan otomatis Instagram. "Kami ingin kembali menyampaikan permintaan maaf yang tulus atas kesalahan ini," ujar juru bicara Meta, Andy Stone, dalam unggahan di media sosial X.


Diblokir karena aktivitas mirip bot Menurut Stone Meta, pemblokiran akun Instagram No Kings Coalition dipicu oleh sistem keamanan yang mendeteksi lonjakan aktivitas tidak biasa. Stone menjelaskan bahwa sistem keamanan jaringan Meta menemukan penggunaan sebuah alat berbasis kecerdasan buatan (AI) Claude yang mengakses profil, unggahan, dan tagar di Instagram. Pada 17 Oktober, aktivitas tersebut meningkat tajam dalam waktu singkat dengan pola akses berulang dan berurutan.

Sistem keamanan Meta kemudian menganggap aktivitas tersebut menyerupai lalu lintas bot otomatis, bukan aktivitas pengguna manusia. "Permintaan berurutan dalam jumlah besar dan waktu singkat ini menyerupai lalu lintas bot otomatis, bukan aktivitas penelusuran manusia biasa di sistem kami," jelas Stone. Akibatnya, sistem perlindungan otomatis Meta keliru mengidentifikasi aktivitas tersebut sebagai ancaman dan menonaktifkan akun Instagram No Kings Coalition.

Akun Instagram No Kings Coalition akhirnya dipulihkan setelah sistem melakukan pemeriksaan ulang, dilansir The Guardian. Namun, proses pemulihan akses bagi pengelola akun membutuhkan waktu tambahan.

Claude sendiri merupakan layanan AI yang dikembangkan perusahaan Anthropic, salah satu pesaing OpenAI.

Kendati demikian, Meta tidak menjelaskan secara terperinci siapa yang mengoperasikan alat Claude tersebut, maupun tujuan penggunaannya ketika mengakses konten Instagram No Kings.

Penyelenggara demo tidak terima 

Meski Meta telah menyampaikan permintaan maaf, penyelenggara demonstrasi No Kings mengaku belum puas dengan penjelasan perusahaan. Melalui unggahan di platform media sosial Bluesky pada Senin (19/10/2026), No Kings Coalition mempertanyakan alasan teknis yang disampaikan Meta.

"Penjelasan Meta masih tidak masuk akal," tulis kelompok tersebut. No Kings Coalition juga mengeklaim menerima laporan bahwa sejumlah konten terkait gerakan No Kings dan ajakan memilih lebih awal dalam pemilu tidak dapat diakses, dibatasi, atau diduga mengalami penurunan jangkauan di berbagai platform Meta.

Kelompok tersebut menilai insiden ini serius karena terjadi hanya beberapa pekan sebelum pemilihan umum paruh waktu AS yang dijadwalkan berlangsung pada 3 November 2026.

"Beberapa pekan sebelum pemilu, permintaan maaf saja tidak cukup. Publik membutuhkan jawaban, pertanggung-jawaban, dan perlindungan yang konkret," ujar perwakilan No Kings Coalition. Meski demikian, laporan mengenai pembatasan konten lain di platform Meta tersebut masih berupa klaim dari pihak penyelenggara demonstrasi.

Demo digelar di ribuan lokasi 

Sebagai informasi, demonstrasi No Kings pada Sabtu (17/10/2026) berlangsung di ribuan lokasi di Amerika Serikat.

Aksi tersebut digelar di berbagai kota besar, mulai dari Seattle, San Diego, Chicago, Atlanta, hingga New York. Di Washington DC, demonstran berkumpul di lokasi rencana pembangunan gerbang kemenangan atau triumphal arch yang diusulkan Presiden Trump. Selain menyuarakan penolakan terhadap kebijakan pemerintahan Trump, demonstran juga mengajak masyarakat menggunakan hak pilih lebih awal menjelang pemilu paruh waktu pada 3 November mendatang.

Pemblokiran akun Instagram No Kings Coalition di tengah demonstrasi tersebut memicu kekhawatiran mengenai peran platform media sosial dalam penyebaran informasi politik dan komunikasi publik menjelang pemilu. Sebagaimana dihimpun KompasTekno dari Reuters, Senin (19/10/2026), Meta telah memulihkan akun tersebut dan meminta maaf, tetapi penyelenggara demonstrasi tetap menuntut transparansi serta jaminan agar kejadian serupa tidak terulang.