KENDARI, DETIKANOA.COM – Pilihan La Pili tidak mendegarkan putusan Partai Keadilan Sejahtrah (PKS) yang tidak memberikan dukungan kepadanya, yang justru rekomendasi PKS diberikan kepada pasangan Rusman Emba-Bahrun Labuta, membuat mantan anggota DPRD Sultra itu kecewa.
Meskipun demikian La Pili terus berupaya mendapatkan pintu dari partai lain yakni Demokrat agar tetap ikut pada hajatan demokrasi pada 9 desember 2020 mendatang mendampingun Rajiun Tumada.
Namun pilihan itu mendapatkan kecaman keras dari Partai besutan Sohibul Iman untuk mengeluarkan La Pili sebgai kader PKS, pasalnya La Pili dinilai tidak patuh atas putusan DPP.

"Iya Saya siap, jika di keluarkan dari PKS itu konsekuensi dari sebuah pilihan," kata La Pili, Kamis (7/8/2020).
Dikabarkan La Pili telah menerima informasi tentang pemanggilan sidang dirinya di Badan Penegak disipilin organisasi DPW PKS Sultra.
"Sebagai kader Saya akan tunggu pangilan itu dan seperti apa," cetusnya (7/8).
Terkait komunikasi politik dengan PKS, La Pili menuturkan, sejak DPP PKS memberikan dukungan kepada Rusman Emba-Bahrun Labuta di Pilkada Muna, PKS sudah tidak percaya lagi kepada saya untuk maju di Muna, ungkapnya.
"Saya akan bangun komunikasi politik dengan partai lain yang memberikan kepercayaan kepada kami (Rajiun Tumada-La Pili) salah satunya dari Demokrat," terangnya.
Sat ini La Pili bersama LM Rajiun Tumada dipastikan bakal berhadapan dengan Paslon dukungan PKS Ruman Emba- Bahrun Labuta.
Untuk di ketahui La Pili bersama LM Rajiun Tumada melenggang di Pilkada Muna 9 Desember 2020 setelah berhasil mengantongi partai NasDem dan Demokrat.
"Insya allah masih ada dukungan lain selain dua partai," tutupnya.
Reporter : Muslimin
Editor : Reyhan








Komentar (0)