Ciptakan Swasembada Beras, Sulkarnain Kadir Sukses Dongkrak Produksi Padi

WaliKota Kendari, Sulkarnain Kadir, cakap dalam mengelola ekonomi daerah, termasuk menciptakan pola strategi ketahanan pangan

DETIKANOA.COM- WaliKota Kendari, Sulkarnain Kadir, cakap dalam mengelola ekonomi daerah, termasuk menciptakan pola strategi ketahanan pangan melalui program swasembada beras.

Wali kota selama ini dikenal perhatian terhadap sistem bercocok tanam di bidang pertanian, memahami  pengembangan pasar komoditi, dan distribusi ekspor impor.

Di bidang pertanian, Sulkarnain Kadir fokus pada pertanian organik dalam rangka peningkatan produksi. 

Fokus pertanian tersebut sangat dirasakan oleh petani Amohalo, Kelurahan Baruga Kecamatan Baruga Kota Kendari Provinsi Sulawesi Tenggara (Sultra).

Petani menikmati untung besar dari melonjaknya produksi pertanian mereka, berkat campur tangan wali kota dalam kebijakan peningkatan produksi hasil pertanian.

Sulkarnain beryukur karena dulunya petani hanya bisa panen padi 5 ton per hek

tare dengan cara sistem kimia, kini mendapatkan hasil 9,6 ton per hektare-nya.

Hal itu dirasakan petani yang menjadi binaan Bank Indonesia Sulawesi Tenggara di Amohalo saat melakukan panen raya padi sawah dengan produktivitas 9,6 ton per hektare setelah menerapkan sistem pertanian organik.

"Saya ingat betul kedatangan yang lalu ketika itu panen juga tetapi baru di angka 5 ton per hektare, tetapi ini Alhamdulillah sudah meningkat menjadi 9,6 ton, naik signifikan dengan metode baru total organik," katanya Minggu, (5/6/2022).

Dia mengaku dalam mendukung sistem pertanian organik pihaknya akan membantu sebanyak 100 ekor sapi di tahun 2023 bagi petani di daerah Amohalo sehingga bisa lebih meningkatkan lagi produktivitas pertanian.

Sulkarnain juga akan mendistribusikan beras tersebut termasuk mengajak masyarakat agar tidak ragu mengonsumsi beras Owoha yakni beras yang dihasilkan petani di kawasan Amohalo karena diproduksi secara organik.

Sementara itu, Pelaksana Harian Kepala Perwakilan BI Sultra Aryo Wibowo T Prasetyo mengatakan mendukung petani agar meningkatkan produktivitas merupakan program nasional pihaknya, yakni program bantuan secara teknis dan program sosial.

Bantuan nasional dari BI tersebut diberikan terkait dengan pengendalian inflasi dan pertumbuhan ekonomi di sektor pertanian termasuk di Kota Kendari.

"Ini salah satu program bantuan Bank Indonesia, ada dua poinnya yaitu ada program bantuan sosial seperti memberikan fasilitas mesin peralatan digital ecofarming dan ada bantuan teknis salah satunya memanggil pakar mengenai pengembangan organik, itu yang kami biayai, kami siapkan," tukasnya.

Advertorial 
 

Advertorial

Share Berita

Komentari Berita


BERITA LAINNYA

BACA JUGA