DETIKANOA.COM-Keberadaan Bunda Literasi di tengah kontruksi budaya masyarakat yang bersifat paternalistik, membutuhkan keteladanan atau role model sebagai motivator dan inspirator bagi peningkatan literasi di Kota Kendari. Bunda literasi diyakini memiliki kemampuan, kesanggupan dan tanggungjawab sebagai bunda literasi serta memiliki citra positif dan konsutruktif dimasyarakat
Anggota DPRD Kota Kendari Ilham Hamra memberikan apresiasi atas pelantikan bunda literasi Kota Kendari. Menurutnya, melalui figur Bunda Literasi diharapkan mampu menjadi panutan dan motor penggerak dalam membudayakan kegemaran membaca yang berorientasi pada keunikan dan karakteristik daerah atau kearifan lokal Kota Kendari sebagai ibukota provinsi Sulawesi tenggara.
“Kehadiran bunda literasi dapat memperkuat dan mempercepat tercapainya masyarakat Indonesia yang berbudaya gemar membaca dan menjadi guru penggerak gerakan pembudayaan kegemaran membaca melalui edukasi dan kampanye serta penyelarasan terhadap program pembudayaan kegemaran membaca di kota kendari sesuai visi dan misi perpustakaan nasional yang mampu diwakilkan dalam sosok seorang Bunda Literasi,” katanya.

Dukungan kolaborasi dan sinergitas seluruh stakeholder dan penggiat literasi menjadi kekuatan baru bagi bunda literasi dalam menjalankan tugas dan fungsinya, sehingga terbangun sense of belonging atau rasa memiliki terhadap kehadiran bunda literasi di tengah-tengah masyarakat dalam mengembangkan pembudayaan kegemaran membaca.
Sebelumnya, Pj Wali Kota Kendari mengukuhkan Siti Chomzah Asmawa sebagai Bunda Literasi Kota Kendari. Pengukuhan digelar di Ruang Samaturu Balai Kota Kendari, Senin (22/05/2023).
Usai dikukuhkan, Bunda Literasi Kota Kendari Siti Chomzah Asmawa juga melantik Bunda Literasi tingkat kecamatan yang merupakan istri para camat.
Selanjutnya, Bunda Literasi Kota Kendari menandatangani kerja sama dengan Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kota Kendari untuk peningkatan literasi dan penerapan Transformasi Perpustakaan Berbasis Inklusi Sosial (TPBIS).
Pj Wali Kota Kendari Asmawa Tosepu berharap dengan dikukuhkannya Bunda Literasi, ke depannya bisa meningkatkan minat baca di kalangan masyarakat terutama pada generasi muda.
Selain itu, ia juga meminta Bunda Literasi di tingkat kecamatan bisa memberikan inovasi dan inspirasinya kepada masyarakat.
“Dengan membudayakan gemar membaca di lingkungan keluarga sebagai satuan terkecil memiliki peran penting, apalagi Tim Penggerak PKK mencakup hingga unit terkecil di masing-masing wilayah saya kira ini akan semakin efektif lagi,” harapnya.
Kepala Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kota Kendari Sri Yusnita, menyebut, dari 70 negara Indonesia menduduki peringkat 62. Sehingga membuat Indonesia menjadi negara yang berada di rangking 10 terbawah dengan tingkat literasi yang sangat rendah.
Untuk mendorong budaya baca, pemerintah mulai mendorong daerah untuk membentuk penyelengaraan Bunda Literasi dengan harapan mendukung program peningkatan minat baca dan kemampuan literasi masyarakat di Kota Kendari.
“Bunda Literasi adalah simbol atau mitra utama pemerintah daerah dalam upaya memajukan gerakan literasi nasional, Bunda Literasi juga merupakan figur menjadi garda terdepan dalam membingkai budaya literasi baik di lingkungan keluarga, satuan pendidikan ataupun di lingkungan masyarakat sehingga tercipta generasi yang pintar, berkarakter dan mampu mewujudkan keunggulan daerah,” jelasnya.
Kota Kendari juga telah menjadi mitra Perpustakaan Nasional (Perpusnas) dalam rangka Transformasi Perpustakaan Berbasis Inklusi Sosial (TPBIS) sejak tahun 2022.
Data Perpustakaan nasional tahun 2022 bahwa Program TPBIS ini telah direplikasi mandiri di 18 kabupaten/kota dengan 1.125 desa/kelurahan di Indonesia dan data ini terus mengalami peningkatan seiring dengan semakin meluasnya program TPBIS tidak terkecuali di Kota Kendari.
Tahun ini terdapat 4 kelurahan replikasi mandiri yang dibina oleh perpustakaan nasional di Kota Kendari yaitu Kelurahan Mokoau, Kelurahan Abeli, Kelurahan Watu-watu dan Kelurahan Kassilampe juga terdapat 3 kelurahan replikasi mandiri yang dibina oleh Kota Kendari melalui Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kota Kendari yaitu Kelurahan Anawai, Kelurahan Purirano dan Kelurahan Watulondo.
Selain pelantikan Bunda Literasi, juga dilaksanakan stakeholder meeting bertujuan untuk mengenalkan peran perpustakaan kepada seluruh pemangku kepentingan agar membangun sinergitas dan kolaborasi dalam membangun literasi masyarakat untuk kesejahteraan. Kegiatan ini diikuti para camat, lurah dan stakeholder terkait.








Komentar (0)