MAKASSAR, DETIKANOA.COM – Aksi unjuk rasa terkait transparansi penyaluran Bantuan Sosial Tunai (BST) yang dilakukan Barisan Orator Masyarakat Kepton dan Parlemen Jalanan, di Kabupaten Wakatobi beberapa waktu lalu menyebabkan salah satu massa aksi terluka, insiden itu melukai Emen Lahuda bagian pipi kiri.
Buntut tindakan kekerasan yang terjadi terhadap Emen Lahuda memicu gelombang Demonstrasi Dikota Makassar, Gerakan Aktivis Mahasiswa (GAM) mengecam tindakan aparat pada saat mengawal aksi demo didepan kantor dinas sosial Wakatobi yang melukai salah satu massa aksi.
Pertigaan jalan Hartasning Pettarani (PHP) GAM melakukan aksi demo dan unjuk rasa menuntut agar tindakan kekerasan terhadap Emen Lahuda yang dilakukan oknum aparat Kepolisian dan Pol-PP segera di usut.

Zulkifli jendral lapangan dalam orasinya mengecam tindakan biadab yang dilakukan oleh oknum aparat Kepolisian dan Sat Pol-PP Wakatobi, itu sangat mencederai asas Demokrasi dibangsa ini dan juga melanggar Tri Brata polri sentiasa pengayomi (13/7/2020), cetusnya.
“Iya kami mendesak Kapolri Idham Azis selaku pucuk pimpinan Polisi Republik Indonesia (Polri) agar segera melakukan Reformasi Birokrasi ditubuh Polda Sultra”,ungkapnya.
Karna ketidak becusan Kapolda Sultra harus mengevaluasi kinerja jajarannya pada saat melakukan pengawalan aksi unjuk rasa, utamanya Polres Wakatobi.
Menurut GAM tindakan kekerasan yang di lakukan aparat Kepolisian Sultra bukan kali ini saja melaikan sudah berulang kali terjadi, bahkan masih teringat dua Mahasiswa UHO mati Tertembak saat melakukan aksi di depan Kantor DPRD Sultra.
Kordinator mimbar Nurul Imam Rahman turut mengecam tindakan refresif yang dilakukan oleh oknum aparat Kepolisian dan Sat Pol-PP Wakatobi, hal itu mencederai nilai-nilai demokrasi di bangsa.
Melalui Aksi itu GAM mendesak Kapolri Segera Melakukan Reformasi Birokrasi di tubuh Polda Sultra, mencopot Kapolres Wakatobi dan Kasat Pol-PP Wakatobi.
Reporter : Muslimin
Editor : Ubai






Komentar (0)