PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk (BRI) kembali menorehkan pencapaian di tingkat internasional dengan mempertahankan posisinya sebagai merek paling bernilai di Indonesia selama empat tahun berturut-turut. Berdasarkan laporan Brand Finance Indonesia 100 2026 yang dirilis oleh konsultan valuasi merek global Brand Finance, BRI menempati peringkat pertama dengan nilai merek (brand value) mencapai USD6,9 miliar.
Pencapaian tersebut menegaskan konsistensi BRI dalam menjaga
kekuatan merek di tengah dinamika perekonomian global dan meningkatnya
persaingan industri jasa keuangan. Posisi BRI sebagai merek paling bernilai di
Indonesia tidak terlepas dari ketahanan bisnis perbankan ritel, besarnya
kebutuhan pembiayaan mikro, perumahan, dan konsumer serta luasnya jaringan
layanan BRI. Peran BRI dalam dalam memperluas inklusi keuangan juga menjadi
faktor penting yang terus memperkuat posisi perseroan di peringkat teratas.

Dalam laporan Brand Finance tersebut, 100 merek paling bernilai di
Indonesia memiliki nilai gabungan sebesar USD44,8 miliar, dengan sektor
perbankan berkontribusi sebesar 45% terhadap total nilai tersebut.
Corporate Secretary BRI Dhanny mengungkapkan bahwa pencapaian ini
menjadi pengakuan atas konsistensi BRI dalam membangun bisnis yang
berkelanjutan sekaligus menghadirkan manfaat nyata bagi masyarakat.
“Mempertahankan
posisi sebagai merek paling bernilai di Indonesia selama empat tahun
berturut-turut merupakan pencapaian yang sangat berarti bagi BRI. Bagi kami,
kekuatan sebuah merek terutama dibangun melalui kepercayaan nasabah, kualitas
layanan, serta kemampuan perusahaan dalam memberikan nilai tambah secara
konsisten. Pengakuan ini menjadi motivasi bagi BRI untuk terus memperkuat
fundamental bisnis, meningkatkan kualitas layanan, dan memperluas kontribusi
bagi perekonomian nasional,” ujar Dhanny.
Selain mempertahankan posisi sebagai merek paling bernilai, BRI juga
mencatatkan pencapaian penting dalam aspek keberlanjutan. Brand Finance
menempatkan BRI sebagai merek dengan Sustainability Perceptions
Value (SPV) tertinggi di Indonesia, yakni sebesar USD328 juta.
Indikator tersebut menggambarkan kontribusi persepsi publik terhadap
komitmen keberlanjutan perusahaan dalam membentuk nilai merek secara
keseluruhan. Pencapaian ini menunjukkan bahwa reputasi keberlanjutan turut
menjadi salah satu komponen penting dalam pembentukan nilai merek BRI.
Bagi BRI, keberlanjutan merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari
strategi bisnis jangka panjang. Komitmen tersebut diwujudkan melalui penguatan
pembiayaan berkelanjutan, pemberdayaan UMKM, perluasan inklusi keuangan, serta
penerapan prinsip lingkungan, sosial, dan tata kelola atau Environmental,
Social, and Governance (ESG) dalam aktivitas perusahaan.
“Bagi BRI,
keberlanjutan bukan sekadar pemenuhan aspek kepatuhan ataupun pelaporan ESG,
melainkan bagian dari strategi untuk menciptakan nilai jangka panjang. Kami
meyakini bahwa pertumbuhan bisnis yang berkualitas harus berjalan seiring
dengan kontribusi nyata bagi masyarakat dan lingkungan. Karena itu, penguatan
inklusi keuangan, pemberdayaan UMKM, serta penerapan tata kelola yang baik akan
terus menjadi prioritas BRI,” tegas Dhanny







Komentar (0)