Komitmen DPRD dan Pemkot Kendari: Mengukir Prestasi Kota Layak Anak Kategori Utama

Kota Kendari terpilih untuk melanjutkan ke tahap Verifikasi Lapangan secara Hybrid (VLH)

DETIKANOA.COM-Kementrian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Republik Indonesia bersama tim verifikasi Kabupaten/Kota Layak Anak melakukan verifikasi lapangan online pada Kota Kendari.

Berdasarkan usulan Pemerintah provinsi Sulawesi Tenggara maka itu Kota Kendari terpilih untuk melanjutkan ke tahap Verifikasi Lapangan secara Hybrid (VLH). Kegiatan VLH dilaksanakan secara daring (online) di Command Center Balai Kota Kendari. Selasa, (23/05/2023).

Asisten Deputi Perlindungan Khusus Anak dan Kekerasan, Ciput Eka Purwianti mengatakan Kota Kendari sudah berturut-turut selama beberapa tahun mendapatkan predikat utama untuk pelaksanaan Kota Layak Anak.

“Kami melihat bahwa kepala daerah telah bertanggung jawab atas komitmen untuk penyelenggaraan KLA di Kota Kendari dengan penuh dedikasi dan hubungan yang luar biasa melalui program-

program maupun evaluasi berkala yang dilakukan seluruh penyelenggara KLA,” ujarnya.

Selain itu, dia juga mengungkapkan bahwa, evaluasi ini bertujuan untuk mengetahui sejauh mana penyelenggaraan KLA dan memberikan rekomendasi catatan untuk perbaikan.

“Semoga program pembinaan dan evaluasi KLA ini dapat berkontribusi besar untuk terwujudnya Provinsi Layak Anak dan semoga juga dengan semangat wujudkan KLA kita harapkan anak-anak di Kota Kendari menjadi anak yang sehat, ceria dan berahlak mulia,” tambahnya.

Sementara itu, Pj Wali Kota Kendari Asmawa Tosepu mengucapkan terima kasih kepada tim Verifikasi Lapangan Hybrid Kementrian PPPA terkait dengan evaluasi KLA tahun 2023.

Hasil evaluasi terakhir KLA yang dilakukan oleh tim verifikasi pada tahun 2022, Kota Kendari meraih penghargaan KLA dengan kategori Nindya secara berturut-turut pada tahun 2021 dan 2022.

“Tentu kita jangan berpuas diri dengan hasil yang telah kita capai, mari kita bekerja bersama-sama untuk senantiasa meningkatkan kinerja dan karya nyata karena kita harus terus berjuang untuk memberikan kepentingan terbaik bagi anak-anak di Kota Kendari,” ujarnya.

Asmawa juga mengharapkan, Kota Kendari dapat meraih penghargaan KLA dengan kategori yang lebih tinggi dari tahun-tahun sebelumnya.

Berdasarkan hasil verifikasi berkas yang dikirimkan pada tim, masih terdapat sejumlah data yang harus dilengkapi. Kota Kendari diberikan waktu selama 2×24 jam untuk memperbaiki dan melengkapi kekurangan data yang dibutuhkan.

Hasil verifikasi sementara, tim verifikasi mengakui terdapat sejumlah penambahan data dan perbaikan dari data yang disampaikan tahun sebelumnya, sehingga Kota Kendari berpeluang meningkatkan statusnya dari tahun sebelumnya yang memperoleh predikat KLA Nindya.

Anggota DPRD Kota Kendari Hetty Saranani meminta meskipun pemenuhan indikator penilaian sudah selesai, namun tim gugus tugas harus tetap melakukan advokasi dan publikasi terhadap program kota layak anak yang telah diimplementasikan.

Hal ini dapat membantu meningkatkan kesadaran masyarakat tentang pentingnya mendukung kota layak anak dan memperkuat komitmen semua pihak untuk terus memajukan kondisi anak-anak di Kota Kendari, sebab dengan partisipasi aktif masyarakat kebutuhan anak-anak mudah dicapai.

“Penghargaan kota layak anak dapat meningkatkan kesadaran masyarakat tentang pentingnya hak-hak anak dan upaya untuk memenuhi kebutuhan mereka. Kemudian, penghargaan ini dapat mendorong pemerintah untuk meningkatkan kualitas layanan publik, termasuk layanan kesehatan, pendidikan, dan perlindungan anak,” ungkapnya.

Menurutnya, anak-anak adalah investasi jangka panjang yang penting untuk masa depan sehingga pemerintah harus mengalokasikan lebih banyak sumber daya untuk memenuhi kebutuhan anak-anak.

Sementara itu Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Kota Kendari Siti Ganef menjelaskan, seluruh data yang dibutuhkan berdasarkan format penilaian sudah dilengkapi, yakni lima kluster, satu kelembagaan dan 24 indikator.

Menurutnya, sebelum verifikasi tingkat nasional, Kota Kendari sudah melalui tahapan evaluasi mandiri dengan mengumpulkan semua data yang dibutuhkan bersama tim gugus tugas.

Dalam data ini, disajikan kondisi riil lapangan kemudian dihimpun dalam sebuah laporan selanjutnya diverifikasi tim provinsi sebelum dikirim ke tim pusat.

“Kita diharapkan kota Kendari bisa naik kelas kota layak anak utama,” ujarnya.

Dia meminta dukungan semua pihak untuk tetap menjaga kondisi lokasi yang menjadi tanggungjawab, seperti sekolah ramah anak, kelurahan ramah anak, kecamatan ramah anak, termasuk dukungan terhadap forum anak yang sudah ada di kelurahan dan kecamatan.

Advertorial

Share Berita

Komentari Berita


BERITA LAINNYA

BACA JUGA