BMKG Imbau Masyarakat Waspada Angin Kencang

BMKG Stasiun Meteorologi Maritim Kendari mengimbau masyarakat Sulawesi Tenggara (Sultra) untuk tidak berteduh di bawah pohon maupun konstruksi

DETIKANOA.COM- Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Stasiun Meteorologi Maritim Kendari mengimbau masyarakat  Sulawesi Tenggara (Sultra) untuk tidak berteduh di bawah pohon maupun konstruksi yang rentan roboh apabila terjadi angin kencang.

Imbauan itu disampaikan BMKG sebab saat ini beberapa daerah di Sulawesi Tenggara terjadi angin kencang.

Koordinator Observasi dan Informasi Stasiun Meteorologi Maritim Kendari, Faizal Habibie menjelaskan bahwa penyebab angin kencang saat ini akibat Siklon Tropis Ellie sebagai daerah tekanan rendah yang berada di Australia bagian barat menyebabkan peningkatan kecepatan angin menuju pusat tekanan rendah yang melewati wilayah Sulawesi Tenggara khususnya bagian selatan.

Sehingga peristiwa ini menjadi penyebab terjadinya angin kencang  diatas 20 knots di wilayah Buton, Buton Tengah,

Baubau, Bombana, Buton Selatan dan Wakatobi.

Sedangkan dampak peningkatan kecepatan angin di Kota Kendari 10-20 knots.

"Angin kencang masih berpotensi terjadi hingga 3 hari kedepan," ungkap Faizal melalui pesan singkat WhatsApp Kamis (5/1/2023).

Selain itu, Faizal juga meminta masyarakat agar selalu memperhatikan risiko tinggi terhadap keselamatan pelayaran yang melebihi batas kecepatan angin yang telah dirilis BMKG.

Seperti halnya, perahu nelayan kecepatan angin lebih dari 15 knot dan tinggi gelombang diatas 1.25 m.

Kapal Tongkang kecepatan angin lebih dari 16 knot dan tinggi gelombang di atas 1.5 m, Kapal Ferry kecepatan angin lebih dari 21 knot dan tinggi gelombang di atas 2.5 m.

Kemudian kapal ukuran besar seperti Kapal Kargo/Kapal Pesiar kecepatan angin lebih dari 27 knot dan tinggi gelombang di atas 4.0 m.

"Dimohon kepada masyarakat yang tinggal dan beraktivitas di pesisir sekitar area yang berpeluang terjadi gelombang tinggi agar tetap selalu waspada. dan selalu mengupdate informasi cuaca di info BMKG," bebernya.

Reporter : Is
Editor : Reyhan

 

Regional

Share Berita

Komentari Berita


BERITA LAINNYA

BACA JUGA