Diketahui kasus HIV AIDS tersebut mengalami kenaikan dari tahun 2021, yang mana sebelumnya hanya 108 kasus.
DETIKANOA.COM- Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Kendari menyebut kasus Human Imunodeficiency Virus (HIV) Acquired Immune Deficiency Syndrom (AIDS) di Kota Kendari sejak Januari hingga November 2022 sebanyak 272 kasus, yang didominasi laki-laki.
Diketahui kasus HIV AIDS tersebut mengalami kenaikan dari tahun 2021, yang mana sebelumnya hanya 108 kasus.
Hal itu disampaikan Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Kendari, Ellfi saat ditemui diruang kerjanya, Senin (2/1/2023).
Kata Ellfi untuk memastikan total keseluruhan kasus HIV AIDS di Kota Kendari tahun 2022 akan rilis pada 25 atau 27 Januari 2023.
Sebab hingga saat ini data tersebut masih dalam proses penginputan dari pihak layanan Dinkes.
"Karena kasus yang kita temukan dari tahun-tahun sebelumnya di 2020 dan 2021 itu
masih dalam pengobatan. Jadi untuk 2022 itu merupakan kasus baru," ungkapnya.
Dalam menemukan ratusan kasus tersebut Ellfi juga mengaku pihak Dinkes, Ormas, dan LSM bergerak dalam penemuan kasus HIV AIDS di Kota Kendari bekerja secara maksimal.
Bahkan, pihaknya menganggap dalam menangani penyakit mematikan tersebut cukup sukses dalam hal penemuan kasusnya.
Dengan menggali atau memperdalam 8 kelompok yang menjadi populasi yang berisiko dari penularan HIV AIDS tersebut.
"Dari temuan kasus sebanyak 272 kasus tadi bisa dipastikan bahwa ini memang karena kerja keras dari teman-teman yang bergerak dari penemuan kasusnya.
"Kita tidak menyatakan di 2021 kita tidak terlalu aktif, tapi memang banyaknya tempat-tempat hiburan malam yang memang yang tidak beroperasi sama dengan di 2022. Jadi kan 2022 kita tau sendiri semua sudah terbuka, akses orang untuk mendapatkan hal-hal yang menjadi tempat atau perilaku berisiko itu lebih terbuka dibanding tahun sebelumnya," tambah Ellfi.
Akan tetapi hal tersebut diimbangi dengan melacak serta mengajak warga yang terjangkit HIV AIDS untuk melakukan pemeriksaan kesehatan, dalam hal ini screeningnya.
Olehnya itu, untuk mengendalikan kasus HIV AIDS tersebut pihak Dinkes terus berupaya dalam menemukan kasusnya, mencegah penyebarluasannya, serta melakukan edukasi kepada masyarakat.
Melalui sosialisasi di sekolah-sekolah dengan memberi edukasi terkait bahaya HIV AIDS.
Reporter : Is
Editor : Reyhan
Regional
Jurnalis DetikAnoa.com dilengkapi tanda pengenal saat meliput. Demi menjaga independensi diharapkan tidak memberikan sesuatu kepada jurnalis DetikAnoa.com saat menjalankan tugas jurnalistik. DetikAnoa.com melayani hak jawab dan hak koreksi secara proporsional.














Komentari Berita