Ridwansyah Taridala mengatakan untuk mendukung pendidikan, pihaknya akan menyiapkan secara bertahap sarana dan prasarana pendidikan sesuai dengan kemampuan daerah, yakni melalui Dana Alokasi Khusus (D
DETIKANOA.COM- Fasilitas sarana dan prasarana penunjang belajar bagi peserta didik di Kota Kendari terus disediakan Pemerintah Kota Kendari. Mulai dari jenjang TK atau PAUD, SD maupun SMP se- Kota Kendari.
Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Kendari, Ridwansyah Taridala mengatakan untuk mendukung pendidikan, pihaknya akan menyiapkan secara bertahap sarana dan prasarana pendidikan sesuai dengan kemampuan daerah, yakni melalui Dana Alokasi Khusus (DAK).
Untuk mendapatkan bantuan melalui DAK itu kata dia, maka pihak sekolah yang bersangkutan harus mengikuti mekanisme yang ada dan beberapa tahapan.
"Inikan melalui DAK dan untuk mendapatkan bantuan itu mekanismenya jelas, disitu keterlibatan teman-teman di OPD dan Bappeda agar jeli untuk melihat jalur yang ada," ungkap Ridwansyah, Senin (9/1/2023).
"Tiba saatnya mereka haru
s bisa mempresentasikan apa yang kita minta itu memang dibutuhkan di daerah," ucapnya menambahkan.
Ia juga mengingatkan kepada pihak sekolah maupun peserta didik untuk menjaga dan merawat fasilitas penunjang yang sudah ada.
"Karena belum tentu tahun ini mungkin kita dapat tapi tahun depan belum tentu," bebernya.
Sementara itu, Kepala Dinas Pendidikan, Kepemudaan dan Olahraga (Dikmudora) Kota Kendari, Saemina menjelaskan alokasi anggaran DAK Tahun 2022 sebanyak Rp27.559.009.000.
Diantaranya untuk jenjang PAUD sebesar Rp.1.317.319.000, kemudian untuk jenjang SD sebesar Rp16.931.540.000, jenjang SMP sebesar Rp9.310.150.000.
Kata dia, DAK fisik bidang pendidikan dimanfaatkan untuk membantu sekolah dalam memenuhi standar pelayanan minimal (SPM) dan mencapai standar nasional pendidikan (SNP) melalui sarana dan prasarana.
Serta dalam rangka meningkatkan akses layanan dan mutu pendidikan di kota Kendari.
"Juga diharapkan akan berdampak pada peningkatan angka partisipasi pendidikan jenjang PAUD, SD, SMP serta penurunan angka putus sekolah jenjang SD dan SMP," katanya.
Jumlah gedung yang dibangun dan direhabilitasi untuk jenjang PAUD antara lain pembangunan ruang UKS sebanyak 7 ruang untuk 7 sekolah kemudian pengadaan alat permainan edukatif sebanyak 14 paket untuk 14 sekolah.
Jenjang SD antara lain rehabilitasi ruang kelas sekolah sebanyak 29 ruang untuk 7 sekolah. Rehabilitasi ruang perpustakaan sebanyak 10 ruang untuk 10 sekolah.
Pembangunan toilet atau jamban sebanyak 4 unit untuk 4 sekolah. Pembangunan ruang laboratorium komputer sebanyak 9 ruang untuk 9 sekolah.
Pengadaan peralatan teknologi informasi dan komunikasi sebanyak 65 paket untuk 65 sekolah. Jenjang SMP antara lain rehabilitasi ruang kelas sekolah sebanyak 18 ruang untuk 4 sekolah.
Rehabilitasi ruang perpustakaan sebanyak satu ruang untuk satu sekolah.Rehabilitasi ruang laboratorium ilmu pengetahuan alam sebanyak 3 ruang untuk 3 sekolah.
Rehabilitasi ruang guru sebanyak satu ruang untuk satu sekolah. Rehabilitasi ruang tata usaha sebanyak 2 ruang untuk dua sekolah. Rehabilitasi toilet sebanyak satu ruang untuk satu sekolah.
Pembangunan toilet sebanyak 5 ruang untuk 5 sekolah. Pembangunan ruang laboratorium komputer sebanyak 2 ruang untuk dua sekolah.
Pembangunan ruang UKS sebanyak 2 ruang untuk dua sekolah. Pengadaan peralatan laboratorium IPA Fisika sebanyak 4 ruang untuk 4 sekolah.
Pengadaan peralatan laboratorium IPA biologi Kenapa sebanyak 10 paket untuk 10 sekolah. Pengadaan peralatan teknologi informasi dan komunikasi sebanyak satu paket untuk satu sekolah.
Reporter : Is
Editor : Reyhan
Regional
Jurnalis DetikAnoa.com dilengkapi tanda pengenal saat meliput. Demi menjaga independensi diharapkan tidak memberikan sesuatu kepada jurnalis DetikAnoa.com saat menjalankan tugas jurnalistik. DetikAnoa.com melayani hak jawab dan hak koreksi secara proporsional.














Komentari Berita