Tim Penilai PKK Provinsi Kunjungi PKK Terbaik Kendari, Pj Wali Kota: Kontribusinya Bersinergi Bangun

TP PKK Kelurahan Wua-Wua sangat siap menghadapi penilaian lomba tingkat provinsi tahun 2022, siap bersaing dengan TP PKK lain di Sultra. 

DETIKANOA.COM- Tim Penggerak PKK Kelurahan Wua-Wua, Kecamatan Wua-Wua mewakili Kota Kendari dalam lomba penilaian PKK tingkat provinsi. Kelurahan Wua-Wua terpilih sebagai Tim Penggerak PKK terbaik tingkat Kota Kendari tahun 2022.

TP PKK Kelurahan Wua-Wua sangat siap menghadapi penilaian lomba tingkat provinsi tahun 2022, siap bersaing dengan TP PKK lain di Sultra. 

Berbagai keunggulan TP PKK Wua-Wua dalam menjalan program kerja akan ditampilkan dalam penilaian di tingkat provinsi sehingga bertekad menang dalam penilaian.

Sebelumnya telah dilakukan penilaian mulai dari tingkat kecamatan di 11 kelurahan di Kota Kendari maka berdasarkan indikator yang sudah ditetapkan sehingga Kelurahan Wua-wua menjadi yang terbaik.

Tim penilai lomba 10 Program Penggerak PKK tingkat provinsi Sulawesi Tenggara (Sultra) turun menilai Tim Pengger

ak PKK Kelurahan Wua-wua.

Penilaian ini dimulai dengan lomba yel-yel cegah stunting, lomba penyuluhan pokja satu tentang pentingnya menjadi orang tua hebat dan cerdas untuk mewujudkan anak yang hebat, simulasi pola asuh anak, serta penilaian dokumen dari Pokja satu sampai Pokja empat.

Penjabat (Pj) Wali Kota Kendari Asmawa Tosepu mengatakan, penilaian ini untuk melihat bagaimana implementasi program PKK di Kota Kendari khususnya di kelurahan yang menjadi perwakilan Kota Kendari.

“Akan dinilai, apakah  programnya sudah dijalankan sesuai dengan peraturan organisasi yang ditetapkan dalam Rakernas dan sejauhmana program-program tersebut bisa membantu mengkontribusi tugas-tugas pemerintah dalam penyelenggaraan pemerintahan,” ungkap Pj Wali Kota saat menyambut tim penilai, di Kantor Kelurahan Wua-wua, Senin (14/11/2022).

Lanjut Asmawa Tosepu, terpilihnya Kelurahan Wua-wua sebagai perwakilan Kota Kendari dipenilaian lomba 10 program PKK tingkat provinsi ini, telah dilakukan secara bertahap.

Dijelaskan, 10 program PKK tersebut meliputi Penghayatan dan pengamalan pancasila. Dengan penghayatan dan pengamalan pancasila diharapkan terwujudnya keluarga yang berakhlak dan memiliki tingkah laku berdasarkan Pancasila. 

Gotong royong. Agar di dalam keluarga tercipta perbuatan luhur yang mencerminkan suasana kegotongroyongan dan kekeluargaan. 

Berikutnya, Pangan. Makanan sehari-hari yang sehat dan bergizi serta pengolahan makanan yang sesuai sangat penting untuk pertumbuhan kesehatan jasmani dan rohani. Sandang. Perlu adanya sandang yang cukup, terpelihara serta pengetahuan mengenai mengenai membuat pakaian, memilih bahan, dan membuat pola. 

Perumahan dan tata laksana rumah tangga. Pentingnya pengetahuan mengenai pola rumah sehat, perbaikan rumah, serta car merawat rumah karena rumah berfungsi sebagai tempat berteduh dan berlindung. 

Lainnya Pendidikan dan Keterampilan. Dimaksudkan untuk mempersiapkan generasi selanjutnya yang terdidik dan terampil. Kesehatan. Perlunya penghayatan mengenai apa itu sehat dan bagaimana memelihara kesehatan pribadi, keluarga, dan lingkungan. 

Selanjutnya,Pengembangan kehidupan berkoperasi. Koperasi merupakan dasar dari demokrasi ekonomi sehingga perlunya kesadaran kehidupan berkoperasi di kalangan keluarga. 

Kelestarian lingkungan hidup. Agar lingkungan keluarga bisa hidup rukun dan damai dalam lingkungan keluarga, tetangga, dan kelestarian alam sekitarnya dan Perencanaan sehat. 

Urusan perencanaan sehat merupakan urusan yang meliputi keseimbangan pendapatan dan belanja rumah tangga, pengaturan waktu, pembagian tugas antar keluarga agar semua anggota keluarga dalam berperan optimal dalam masyarakat.

Sementara itu, Plt Ketua PKK Provinsi Sulawesi Tenggara, Nur Endang Abbas sekaligus tim penilai mengatakan, antusias mengunjungi Kelurahan Wua-Wua dalam penilaian TP PKK ini. Kehadiran tim untuk memantau sejauh mana pelaksanaan program kerja PKK kelurahan tersebut dalam mewujudkan poin kesejahteraan hidup sesuai standar Pokja. 

Secara umum, dalam penialain itu, ada dua tantangan penggerak PKK di kabupaten dan kota dalam rangka melakukan pembinaan.

“Pertama tantangannya kalau yang wilayahnya di kabupaten yang jauh adalah aksesibilitas jangkauan dan keterbatasan infrastruktur,” ujarnya.

Penilaian ini kata Nur Endang, untuk melihat sudah sejauh mana implementasi pencapaian dari 10 program PKK, apakah ada kesesuaian antara ketentuan yang ada dengan lapangan dan administrasi yang akan dilihat dari berbagai aspek nantinya saat penilaian dokumen.

Penilaian ini juga mengarahkan pentingnya komitmen dan kebijakan pemerintah terhadap gerakan PKK, berikut inovasi serta kreativitas masing-masing PKK.

PKK merupakan singkatan dari Pembinaan Kesejahteraan Keluarga, yaitu organisasi kemasyarakatan yang memberdayakan wanita untuk turut berpartisipasi dalam pembangunan Indonesia. Untuk melaksanakan tujuannya, PKK memiliki 10 Program Pokok PKK. 

Dalam sejarahnya PKK merupakan gerakan pembangunan masyarakat yang berkembang di Bogor mulai tahun 1957. Pada tahun 1961, panitia penyusunan tata susunan pelajaran pada Pendidikan Kesejahteraan Keluarga (PKK) dari Kementerian Pendidikan bersama dengan kementerian lainnya menyusun 10 segi kehidupan keluarga. 

10 pokok keluarga ini dilaksanakan oleh tim penggerak PKK di semua tingkatan yang mana keanggotaan timnya secara suka rela dan terdiri dari para istri tokoh pemuka masyarakat, istri kepala dinas atau kepala jawatan, serta istri kepala daerah dari berbagai tingkat. Pada 27 Desember tahun 1972 Menteri Dalam Negeri mengubah Pendidikan Kesejahteraan Keluarga menjadi Pemberdayaan dan Kesejahteraan Keluarga. 

Advertorial 
 

Advertorial

Share Berita

Komentari Berita


BERITA LAINNYA

BACA JUGA