Al Fathan Sharizky Bayi Korban Susu Kadarluarsa Kembali di Rawat Intensif
DETIKANOA.COM- Al Fathan Sharizky, anak dari Mariani (39) yang menjadi korban dari susu kadaluarsa yang di jual disalah satu swalayan Kota Kendari pada beberapa bulan lalu, kini harus mendapat perawatan intensif di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Kota Kendari.
Al Fathan terpaksa harus menjalani perawatan intens usai mengonsumsi susu yang di beli oleh ibunya pada 2 Juli 2022 lalu. Sejak saat itulah kesehatan bayi 9 bulan ini mulai tidak stabil.
Ibu Al Fathan, Mariani mengaku anaknya kembali merasakan gejala yang sama seperti beberapa bulan lalu diantaranya mual, muntah, diare, dan di sertai demam.
" Demamnya tinggi, sehingga 7 September malam kami bawa dia ke rumah sakit," ungkap Mariani, Jumat (9/9/2022).
Mariani mengatakan setelah dilakukan pemeriksaan, dirinya sempat menanyakan terkait kondisi
sang anak kepada dokter yang menanganinya.
" Saya sempat tanyakan sama dokter apakah masih ada dampak dari susu kadaluarsa. Kemudian dokternya bilang tidak bisa menjelaskan karena kronologi awal yang periksa bayi Fathan itu bukan dia," jelas Mariani.
Hanya saja kata Mariani dokter tersebut membenarkan bahwa Fathan sekarang dalam penanganan dokter karena mengalami mual, muntah, diare dan demam.
Mariani juga menjelaskan, sebelumnya, Fathan pernah mengalami hal sama sehingga dirinya membawa sang anak untuk diperiksa secara keseluruhan di Rumah Sakit Hermina Kota Kendari pada 5 Juli lalu.
Akan tetapi saat itu Fathan tidak mendapatkan perawatan intens dan diperbolehkan untuk pulang.
"Tapi saya sebagai seorang ibu dari Fathan, itu gejala awal saat dia habis minum susu dengan sekarang itu sama, cuman tidak ada timbul bintik. Kalau diare betul, sama seperti kejadian awal," bilangnya.
Sehingga sebagai seorang ibu, Mariani menduga dan merasa yakin bahwa masih ada dampak dari susu yang telah di konsumsi oleh Fathan pada beberapa bulan lalu.
" Karena sakit yang di derita itu hampir sama dengan yang kemarin. Dan setelah itu, 6 Agustus Fathan kembali muntah dan diare, cuman itu dua hari sudah kembali baik. Kemudian di 7 September kemarin parah, dalam artian diarenya dalam satu hari itu bisa 8 kali," papar Mariani.
" Makannya saya inisiatif bawa ke rumah sakit, cuman kendala saya Fathan ini tidak memiliki BPJS jadi saya meminta tolong sama Komisi II DPRD Kota Kendari," tambahnya.
Namun, terlepas dari hal tersebut Mariani menyebut, setelah mendapatkan perawatan, kondisi Fathan sudah jauh lebih baik dari sebelumnya.
" Cuman panas itu naik turun, hari ini diarenya itu sudah berkurang. Tadinya BAB nya 8 kali terus berkurang, tadi pagi sudah 4 kali. Tapi untuk perawatan masih harus tetap berlanjut karena demamnya masih naik turun, dan masih ada diare. Kalau muntah sudah mulai berkurang," pungkasnya.
Reporter : Wa Ode
Editor : Reyhan
Jurnalis DetikAnoa.com dilengkapi tanda pengenal saat meliput. Demi menjaga independensi diharapkan tidak memberikan sesuatu kepada jurnalis DetikAnoa.com saat menjalankan tugas jurnalistik. DetikAnoa.com melayani hak jawab dan hak koreksi secara proporsional.














Komentari Berita