sejumlah bantaran kali dalam kota jadi sasaran pembenahan, merevitalisasi menjadi kawasan eko wisata yang potensial dikunjungi
DETIKANOA.COM- Wali Kota Kendari, Sulkarnain Kadir, punya program membangun cerdas dengan menata kawasan kumuh menjadi lebih indah, asri, hijau, nyaman, dan menarik sesuai konsep visi misi pembangunan kota yang tertata elegan.
Tak heran sejumlah bantaran kali dalam kota jadi sasaran pembenahan, merevitalisasi menjadi kawasan eko wisata yang potensial dikunjungi. Salah satu titik pembenahan dan penataan bantaran sungai itu, yakni Kali Kadia.
Penataan kawasan bantaran kali tersebut, sekaligus upaya menangkal fenomena banjir yang kerap melanda area itu. Bantaran kali itu ditata sedemikian rupa supaya menjadi salah satu spot menarik di jantung kota, yang cocok dijadikan tempat bersantai warga Kota Kendari.
Sejauh ini, Pemerintah Kota (Pemkot) Kendari, terus menggenjot Revitalisasi Kali Kadia dan pengerjaannya telah masuk dalam pem
bangunan tanggul.
Pada Tahun 2022, bantaran Kali Kadia yang akan ditata sepanjang 528 meter. Proyek ini ditargetkan rampung September mendatang.
Wali Kota Kendari, Sulkarnain Kadir mengatakan penataan kali kadia merupakan salah satu implementasi visi daerah yakni menjadikan Kendari sebagai kota layak huni berbasis ekologi (lingkungan), teknologi dan informasi.
"Ditata agar lebih rapi, sehingga masyarakat nyaman beraktifitas diwilayah tersebut," tutur Sulkarnain Kadir, (17/6/2022).
Menurut wali kota, proyek Revitalisasi Kali Kadia juga sejalan dalam mendukung keberadaan Teluk Kendari sebagai ikon Kota Kendari, sebab sampah-sampah yang terbawa dari hulu akan disaring. Dengan begitu, endapan yang terbawa arus menuju Teluk Kendari semakin berkurang.
"Kami mengakui penataan Kali Kadia sempat molor, hal itu disebabkan oleh Pandemi Covid-19 yang menyebabkan recofusing anggaran, meski demikian, kita berjanji akan menyelesaikan penataannya pada September mendatang," ujarnya.
Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kota Kendari, menyebutkan penataan kali kadia masuk tahap kedua. Pihaknya telah menganggarkan sekira Rp11 miliar untuk menata sempadan kiri sungai.
Proyek ini sekaligus upaya mengembalikan fungsi sungai, bisa meningkatkan daya tarik kawasan dan berpotensi menjadi spot wisata baru.
Herman, salah satu warga Kota Kendari menilai baik Revitalisasi Kali Kadia. Dengan upaya tersebut, kawasan kali nampak indah tertata rapi, dan sangat cocok dijadikan spot foto, pusat kuliner dan area bersantai bagi warga.
“Bagus, ini yang diharapkan warga, bisa jadikan tempat spot wisata apalagi kalaw ada kulinernya, makin mantap, TOP-lah buat wali kota,” katanya.
Advertorial
Jurnalis DetikAnoa.com dilengkapi tanda pengenal saat meliput. Demi menjaga independensi diharapkan tidak memberikan sesuatu kepada jurnalis DetikAnoa.com saat menjalankan tugas jurnalistik. DetikAnoa.com melayani hak jawab dan hak koreksi secara proporsional.














Komentari Berita