Ketua TP PKK Kota Kendari, Sri Lestasi Sulkarnain mengatakan, sosialisasi mencakup edukasi penanganan stunting,
DETIKANOA.COM - Stunting masih menjadi focus perhatian pemerintah saat ini. Pasalnya penyakit gagal tumbuh pada anak itu sangat mempengaruhi kualitas sumber daya manusia (SDM) ke depan.
Di Kendari penderitanya masih diangka dua ratusan lebih. Meski masih dibawah rata rata nasional, namun Pemkot Kendari berupaya maksimal menekan jumlahnya.
Tim Penggerak (TP) PKK Kota Kendari dikenal paling gencar dalam penanganan stunting. TP PKK bahkan aktif mengedukasi melalui sosialisasi dan penyuluhan di kelurahan-kelurahan.
Ketua TP PKK Kota Kendari, Sri Lestasi Sulkarnain mengatakan, sosialisasi mencakup edukasi penanganan stunting, berikut upaya cegahnya melalui penerapan pola asih dan asuh pada anak dengan perbaikan kualitas gizi makanan.
Langkah lainnya gencar sosialisasi penggunaan air bersih dan penanganan sanitasi lingkungan dengan ba
ik.
Sri Lestari dalam kesempatannya lagi-lagi menegaskan bahwa stunting harus dicegah sejak awal, sejak masyarakat merencanakan keluarga, saat mengandung hingga pasca melahirkan dan merawat bayi.
"Ini masa masa yang harus diperhatikan keluarga utamanya dalam pemenuhan kebutuhan gizi keluarga,” katanya.
Dalam penanganan kasus stunting ini TP PKK Kendari juga menghendaki peran maksimal stake holder, karena persoalan nasib generasi ke depan dimulai saat ini dan menjadi tanggung jawab bersama agar nantinya masa depan daerah dan negara lebih kuat dengan komponen SDM yang cerdas, sehat, dan berakhlakul karimah.
Tim PKK Kendari tak tinggal diam dalam penanganan stunting. Berbgai kegiatan sekelas seminar danlainnya digelar demi menyosialisasikan upaya cegah stunting ini. Seperti yang dilaksanakan di salahsatu hotel di Kendari, 30 Juni lalu.
Ketua TP PKK Kota Kendari Sri Lestari Sulkarnain menjadi salah satu pemateri, menyajikan materi tentang pencegahan stunting di perusahaan.
Dalam materinya, Ketua TP PKK Kota Kendari menyampaikan, penanganan stunting bukan hanya menjadi tanggungjawab pemerintah, namun butuh dukungan pihak terkait untuk menekan terjadinya stunting.
“Terkait pencegahan dan penanganan stunting, tentu ini menjadi tanggungjawab seluruh sektor tidak hanya pemerintah, tetapi juga pihak swasta untuk bisa memastikan dan menghadirkan generasi penerus dimasa mendatang yang tentunya sehat, cerdas, maju dan mandiri,” tukasnya.
Advertorial
Jurnalis DetikAnoa.com dilengkapi tanda pengenal saat meliput. Demi menjaga independensi diharapkan tidak memberikan sesuatu kepada jurnalis DetikAnoa.com saat menjalankan tugas jurnalistik. DetikAnoa.com melayani hak jawab dan hak koreksi secara proporsional.














Komentari Berita