Wali Kota Kendari, Sulkarnain Kadir, menyatakan puas dengan progres penataan kawasan tersebut.
DETIKANOA.C0M- Selama memimpin kota kendari, Wali Kota Sulkarnain berhasil membuat berbagai terobosan diberbagai bidang, salah satunya sektor wisata.
Yah, sederet kawasan sukses ditata wali kota menyulap area kumuh dan lahan kosong menjadi kawasan produktif eko wisata baru.
Keberadaannya, jadi magnet yang menarik didatangi warga untuk sekedar bersantai ria bersama keluarganya.
Salah satu kawasan wisata yang tengah digenjot penataannya adalah wilayah Lapulu-Puday.
Progres penataan kawasan kumuh di daerah Lapulu dan Puday kini hampir rampung 100 persen. Ditargetkan fix pada Agustus 2022 mendatang.
Wali Kota Kendari, Sulkarnain Kadir, menyatakan puas dengan progres penataan kawasan tersebut.
Pasalnya, dari kejauhan telah tampak perubahan kawasan yang dahulunya kumuh menjadi lebih tertata.
“Alhamdulillah, progresnya menggembirakan. Jalan-jalannya sudah rapi, sudah mulai dirabat, ada juga yang sudah paving,” kata Sulkarnain Kadir, Jumat (17/6/2022).
Tambahnya, penataan kawasan Puday-Lapulu penting dilakukan dalam rangka mengatasi kekumuhan yang ada, sehingga masyarakat yang bermukim di kawasan tersebut bisa merasakan suasana yang bersih dan sehat layaknya di wilayah lainnya di Kota Kendari.
“Kami harus ciptakan pembangunan yang merata, sehingga tidak ada yang merasa dianak tirikan,” ungkapnya.
Jika kawasan tersebut sudah rampung, Sulkarnain yakin banyak masyarakat yang berkunjung layaknya di Kawasan Bungkutoko dan Petoaha yang sukses diatasi kekumuhannya.
Politisi Partai Keadilan Sejahtera (PKS) ini bakal mendedikasikan kawasan Puday-Lapulu sebagai spot wisata baru di Kota Kendari.
Pihaknya sementara menghadirkan beberapa fasilitas penunjang seperti waterfront, tambatan perahu, dan ruang terbuka hijau (RTH) yang indah.
“Tunggu saja nanti kita resmikan bulan Agustus. Sekarang sementara dirapikan,” tutupnya.
Untuk diketahui, penataan kawasan kumuh Puday-Lapulu merupakan program kolaborasi antara Pemkot Kendari dengan Kementerian PUPR melalui Program Kotaku. Kawasan kumuh yang bakal ditata seluas 14,76 hektar dengan menelan anggaran kurang lebih Rp 49 miliar.
Advertorial
Jurnalis DetikAnoa.com dilengkapi tanda pengenal saat meliput. Demi menjaga independensi diharapkan tidak memberikan sesuatu kepada jurnalis DetikAnoa.com saat menjalankan tugas jurnalistik. DetikAnoa.com melayani hak jawab dan hak koreksi secara proporsional.














Komentari Berita