Walikota Kendari, Sulkarnain Kadir, menyebutkan peruntukan dana PEN sangat jelas
DETIKANOA.COM – Kota Kendari merasakan dampak pukulan ekonomi yang menggilas Indonesia akibat penularan Pandemi Covid-19. Banyak sektor usaha UMKM gulung tikar merugi.
Bahkan sektor pembangunan insfrastruktur daerah dan rehabilitasi layanan kesehatan mandek akibat minim anggaran.
Pemerintah Kota Kendari berfikir keras untuk memulihkan ekonomi dan infrastruktur kota. Bangun dari keterpurukan pandemi dalam tiga tahun terakhir.
Angin segar pun datang, melalui program percepatan Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN). Bentuk pinjaman PEN tersebut memberi sokongan pembiayaan kepada pemerintah daerah.
Pemerintah Kota Kendari pun mengajukan pinjaman dana PEN dan berkonsultasi kepada Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan Perwakilan (BPKP) Sulawesi Tenggara (Sultra) untuk mendapatkan arahan dan masukan dalam pengelolaannya.
Walikota Kendari, Sulkarnain Kadir, menyebutkan peruntukan dana PEN sangat jelas mulai dari tujuan alokasi perbaikan jalan, rumah sakit, hingga puskesmas.
“Sesuai ketentuan, dananya untuk jalan, rumah sakit dan juga puskesmas, kami juga meminta BPKP Sultra untuk mendampingi sejak awal, sebagai bentuk kehati-hatian pemkot,” katanya (8/6/2022).
Realisasi anggaran dana PEN dibagi dalam tiga program kegiatan. Pertama melekat pada Dinas Pekerjaan Umum berupa pembangunan jalan dan jembatan.
Kedua melekat pada Dinas Kesehatan berupa pembangunan Rumah Sakit umum Daerah Tipe D di Wilayah Puuwatu. Ketiga, sasarannya pada pembangunan Puskesmas Kandai.
Alokasi anggarannya, pada Dinas PU senilai Rp211 miliar, Dinas Kesehatan Rp146 miliar, dan Puskesmas Kandai Rp16,3 miliar.
Sulkarnain juga meminta instansi yang dipercayakan dalam pengelolaan dana PeN tersebut merampungkan adminitrasi dan mematangkan petunjuk teknis di lapangan.
“Kami ucapkan terima kasih kepada PT SMI yang memperkenankan pemkot kendari ambil bagian dalam program PEN yang digagas pemerintah pusat.ini merupakan kepercayaan sekaligus tanggungjawab yang harus kami laksanakan,” ujar wali kota.
Kejelasan alokasi dana PEN tersebut membuktikan Pemkot Kendari sistematis dalam menjalankan program pembangunan sesuai mekanisme pengelolaan dana.
Hal itu pun menepis soal tudingan adanya penyimpangan penggunanaan dana tersebut.
Advertorial
Jurnalis DetikAnoa.com dilengkapi tanda pengenal saat meliput. Demi menjaga independensi diharapkan tidak memberikan sesuatu kepada jurnalis DetikAnoa.com saat menjalankan tugas jurnalistik. DetikAnoa.com melayani hak jawab dan hak koreksi secara proporsional.














Komentari Berita