Zaman teknologi kian memudahkan masyarakat dalam berbagai rutinitas. Semua diarahkan serba teknologi
DETIKANOA.COM– Zaman teknologi kian memudahkan masyarakat dalam berbagai rutinitas. Semua diarahkan serba teknologi termasuk dalam frame transaksi digital.
Di Kota Kendari, Wali Kota Sulkarnain, melihat peluang teknologi itu bisa diarahkan masuk ke lingkup transaksi pedagang pasar.
Sulkarnain Kadir memotivasi para pedagang di pasar tradisional untuk mengadaptasi transaksi non tunai atau digital dengan metode Quick Response Code Indonesian Standard (QRIS).
"Semua sudah serba teknologi digital, pedagang nanti mulai menyesuaikan dengan transaksi non tunai. Kami dari pemerintah akan bantu membuat proyeksi perkembangan usaha,” katanya di Kendari.
Tambahnya, bila pedagang terbiasa melakukan transaksi non tunai sesuai kemajuan teknologi, maka pemerintah bisa mendeteksi berapa kebutuhan masyarakat dan apa yang mendomina
si.
Selain itu, data yang lengkap akan tersaji, sehingga pemerintah bisa memprediksi berapa kebutuhan misalnya minyak goreng, kebutuhan beras, sayur-mayur dan lain sebagainya.
Kata Politisi PKS ini, salah satu tujuan digitalisasi transaksi dilakukan agar apa yang dilakukan pedagang selama berdagang bisa terdata dengan baik, dan pemerintah bisa membantu mengatur dan merencanakan usaha mereka.
Wali Kota juga menegaskan, pentingnya transaksi non tunai pertama di era teknologi sekarang ini tentu jauh lebih aman.
“Transaksi elektronik lebih simpel dan mudah serta lebih praktis,” ujar Sulkarnain
Advertorial
Jurnalis DetikAnoa.com dilengkapi tanda pengenal saat meliput. Demi menjaga independensi diharapkan tidak memberikan sesuatu kepada jurnalis DetikAnoa.com saat menjalankan tugas jurnalistik. DetikAnoa.com melayani hak jawab dan hak koreksi secara proporsional.














Komentari Berita